Fenomena Migrasi Burung, Tamu Akhir Tahun di Yogya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ada banyak cara burung melakukan migrasi. Pertama kali, burung melewati gunung, lembah, pantai, sungai dan seterusnya. Pada siang hari, arah terbang dan tujuan akhir burung dipandu posisi matahari. Cara burung bermigrasi selain letak matahari juga bisa dibantu letak bintang, bahkan memanfaatkan thermal alias udara panas bumi.

Menurut Adi Purwanto dari komunitas Berkarya untuk Bumi dan Manusia (BISA) Indonesia, khusus raptor atau burung pemangsa bermigrasi dengan jalur tradisional yang digunakan setiap tahun. Memanfaatkan dorongan angin dan thermal untuk berputar dan naik, kemudian meluncur.

“Burung Layang-layang Asia, yang bermigrasi ke Yogya, burung pemakan serangga yang rutin menjadi pengunjung kota Yogya dengan jumlah puluhan ribuan,” katanya.

Raditya Anjar (Ketua Kelompok Studi Burung Binobio-UAD) dan Sungkono, komunitas yang sama mengatakan munculnya burung Layang-Layang di Jalan Mayor Suryotomo, di sekitar Amplaz dan Pantai Trisik Kulonprogo, masyarakat harus bersikap arif. “Setidaknya tidak mengganggu burung tersebut," ujar Anjar.

Selain itu, kata Sungkono, keberadaan burung bisa menjadi bahan penelitian ilmu Biologi. Bahkan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan wisata. Misalnya, Binobio UAD bergabung dengan Paguyuban Pengamat Burung Yogya juga turut melakukan edukasi masyarakat. (Rdi)

BERITA REKOMENDASI