Formasi Tak Terisi, Pemda DIY Gunakan Honorer

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemda DIY maupun kabupaten/kota akan dilaksanakan mulai Senin (10/12). Meski Pemda DIY ditunjuk sebagai koordinator, tapi sesuai dengan kesepakatan, justru peserta seleksi dari kabupaten/kota yang mengikuti tes SKB CPNS terlebih dahulu. Jumlah peserta tes SKB baik dari Pemda DIY maupun kabupaten/kota sekitar 6.000 orang.

"Untuk tes SKB kali ini Pemda DIY menyelenggarakannya secara mandiri, jadi berbeda dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang ditangani pusat. Adapun untuk lokasi ujian, nantinya di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY. Kami menargetkan tes SKB tersebut bisa selesai dalam waktu 6 hari. Karena dalam sehari nanti akan ada 5 sesi dimana dalam setiap sesinya akan diikuti 200 peserta," kata Kepala BKD DIY Agus Supriyanto kepada KR di Yogyakarta, Jumat (7/12).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwowo X berencana untuk menggunakan tenaga honorer sebagai pengganti. Tindakan itu terpaksa dilakukan karena jumlah peserta CPNS yang akan mengikuti SKB) mengalami penurunan dari prediksi sebelumnya. Dampak dari adanya penurunan tersebut, jumlah yang lolos tidak bisa memenuhi kuota, karena dari sebelumnya yang masih menggunakan passing grade saja hanya beberapa persen yang lolos.

Dalam seleksi CPNS 2018, daerah harus menerima segala konsekuensi dari kebijakan pusat. Bahkan kalau dilihat kondisi yang ada banyaknya formasi yang dibuka untuk DIY tidak semuanya dapat diisi. Sehingga mau tidak mau harus mengandalkan honorer untuk mengisi pospos yang belum terisi dalam CPNS 2018. "Untuk itu ke depan pusat harus melakukan evaluasi dalam pelaksanaan seleksi CPNS, terutama formasi harus disesuaikan kebutuhan daerah," kata Sultan.

Menurut Sultan, adanya sistem seleksi CPNS yang digunakan saat ini ada beberapa kelemahan, sehingga perlu ada evaluasi. Pasalnya jika formasi CPNS sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat, biasanya cenderung standar. Sementara pengertian standar antara pusat dengan daerah biasanya berbeda karena daerah jelas tergantung pada kebutuhan. (Ria)

BERITA REKOMENDASI