FORPI Pantau Pemanfaatan Dana Kelurahan

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Forum Pemantau Independen (FORPI) Kota Yogyakarta melakukan pemantauan terhadap realisasi dana kelurahan. Tepatnya di Kelurahan Tegalpanggung Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta yang termasuk daerah padat penduduk.

Anggota FORPI Kota Yogyakarta Umi Hidayati mengatakan, pemantauan ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana perkembangan dari dana kelurahan. Apakah ada kendala atau tidak. Selain itu juga untuk memastikan bahwa pembagiannya disesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan.

BACA JUGA :

Forpi Kota Yogyakarta Minta Pengawasan Dana Kelurahan

Soal IMB, Forpi Desak Perwal IMB Ditegakkan

"Sejauh ini permasalahan yang dihadapi kelurahan sama, yakni tentang kepesertaan. Kalau dulu satu warga bisa ikut lebih dari satu kegiatan, sekarang tidak lagi. Karena sudah berbasis NIK, sehingga satu orang hanya bisa mengikuti satu kegiatan. Meskipun waktu pelaksanaan tidak sama," katanya, Kamis (5/9).

Ini dimaksudkan agar program pemerintah jangan sampai hanya orang tertentu saja yang mendapatkannya. Sedangkan ada yang benar-benar membutuhkan, justru tidak bisa ikut. "Tentu tujuan utama dari kegiatan ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," urainya.

Kelurahan Tegalpanggung Kecamatan Danurejan sendiri mendapatkan dana kelurahan sebesar Rp 352 juta. Sesuai dengan visi Kelurahan Tegalpanggung yang ingin mewujudkan lingkungan nyaman, hunian berbudaya dan pemberdayaan masyarakat berbasis kampung. Maka untuk tahun pertama dana kelurahan ini, masih di dominasi untuk fisik.

"Kita 83 persen fisik. Selebihnya yang non fisik. Seperti pelatihan manajemen rumah tangga dan yang lain. Kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan masukan dari masyarakat yang kita dapat saat susur kampung yang memang rutin kita selenggarakan," kata Lurah Tegalpanggung Desy Indriastuti.

Program dana kelurahan ini menurut Desy, membuat pihaknya bisa membuat program yang lebih beragam lagi. Pasalnya, tahun-tahun sebelumnya kelurahannya hanya menerima dana sekitar Rp 150an juta setiap tahun. Tahun ini dengan tambahan dana kelurahan, meningkat jadi Rp 448 juta. "Otomatis sasaran dari kegiatannya bisa lebih banyak dan manfaat yang di terima masyarakat juga semakin beragam," ungkapnya. (Awh) 

 

BERITA REKOMENDASI