Forum Jogja Rembug Serukan Pancasila dan NKRI Harga Mati

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Menyikapi situasi nasional terkini dan antisipasi kondisi pasca pilkada 2020, Forum Jogja Rembug (FJR) menggelar aksi simpatik di kawasan Tugu, Kamis (17/12/2020). Aksi ini sebagai wujud kesetiaan dan kecintaan ormas independen asli Yogya ini terhadap bangsa dan tanah air Indonesia.

Dalam aksinya kali ini FJR menyatakan deklarasinya,yakni siap ikut menciptakan situasi keamanan dan ketertiban di Yogya, senolak segala provokasi yang memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa, serta Pancasila dan NKRI Harga Mati.

Aksi ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 secara ketat. Seluruh peserta aksi sebelumnya wajib melakukan pengecekan suhu tubuh, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun maupun memakai handsanitizer dan juga tak ketinggalan selalu menjaga jarak.

Komandan Lapangan FJR, Priyono Tapir mengajak seluruh elemen warga Yogya untuk menyebarkan semangat persatuan dan persaudaraan yang santun sebagai ciri khas ‘Wong Jogja’ yang Istimewa. “Kami mengajak seluruh warga Yogya untuk setia kepada Pancasila dan menyatakan NKRI adalah harga mati, dan menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah NKRI serta merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Priyono Tapir disela aksi.

Ia menegaskan, FJR siap ikut menciptakan dan menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Yogya. Menurutnya, menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI bermakna penting yaitu melindungi Indonesia dari pihak-pihak yang menginginkan perpecahan bangsa.

Sedangkan menjaga keselamatan bangsa bermakna menjaga Indonesia dari penjajahan gaya baru. Penjajahan tersebut bisa berupa radikalisme, komunisme, anarkisme, terorisme maupun upaya-upaya lain yang ingin mengahancurkan negeri ini.

“FJR menyadari bahwa warga Yogya itu mengedepankan keterbukaan dan mengutamakan persaudaraan. Sebagai sesama anak bangsa wajib menjaga pesan luhur para ‘founding father’ atau bapak pendiri bangsa, khususnya dalam hal menjaga kerukunan dan saling menghormati dalam keberagaman atau Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Priyono Tapir.

Priyono Tapir meminta masyarakat untuk hilangkan suasana kebencian dan permusuhan di Yogya karena provokasi hanya akan memperkeruh suasana dan mengakibatkan kerusuhan. Sebaliknya yang harus ditonjolkan yakni semangat keadilan dan persatuan bangsa guna mencegah disintegrasi bangsa.

“Hingga saat ini anggota FJR tercatat mencapai 2.500 orang yang tersebar di berbagai wilayah DIY. Semua siap bersinergi dengan TNI dan Polri untuk menjaga dan mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI,” imbuh Priyono Tapir. (*)

BERITA REKOMENDASI