Forum Kajian Pancasila dan Kebangsaan Se-Indonesia Minta DPR Tidak Lanjutkan RUU HIP

YOGYA, KRJOGJA.com – Forum Kajian Pancasila dan Kebangsaan Se-Indonesia yang merupakan wadah komunikasi, koordinasi, dan kerjasama antar Pusat Kajian Pancasila dan Kebangsaan atau pusat kajian sejenis yang ada di berbagai perguruan tinggi dan masyarakat di seluruh Indonesia menyatakan sikap hasil telaah pada Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Forum secara tegas meminta pemerintah dan DPR untuk tidak melanjutkan pembahasan RUU tersebut.

Ketua Presidium Forum Kajian Pancasila dan Kebangsaan Se-Indonesia, Dr A Rosyid Al Atok melalui siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (23/6/2020) mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai kajian berdasar akademis meliputi filosofis, historis, sosiologis, dan yuridis atas RUU HIP beserta naskah akademik. Tak hanya itu, forum juga memperhatikan respon, aspirasi dan dinamika yang berkembang di masyarakat, DPR dan Pemerintah serta mempertimbangkan wabah Covid-19 yang belum selesai.

“Covid membutuhkan perhatian serius karena telah berdampak luar biasa pada kehidupan keagamaan, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan sehingga tidak kondusif untuk membahas RUU ini. Maka dari kajian hal-hal itu, forum berkesimpulan bahwa Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sekarang sedang ditunda proses pembahasannya oleh Pemerintah, secara akademis masih ditemukan sejumlah masalah mendasar jika ditinjau dari urgensi, proses legislasi, dan substansinya,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI