Frederica Widyasari Raih Gelar Doktor

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Terdapat hubungan negatif antara konsentrasi kepemilikan perusahaan pada satu pihak tertentu dengan nilai perusahaan. Artinya, argumen ekpropriasi oleh pemilik mayoritas dibuktikan dalam penelitian ini bahwa semakin besar hak kendali perusahaan (hak voting) pada satu pihak tertentu (pemilik pengendali) akan memperbesar risiko ekspropriasi terhadap pemegang saham minoritas.

“Namun demikian, konsentrasi kepemilikan tidak terbukti memengaruhi risiko perusahaan,” hal itu diungkap promovendus Direktur Utama PT Kustodian  Sentral Efek Indonesia (KSEI) Frederica Widyasari Dewi ketika mempertahankan disertasi dengan judul  ‘Analisis Dampak Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan dan Risiko pada Perusahaan yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia’, Sabtu (26/01/2019).

Dalam ujian dengan promotor Prof Dr Eduardus Tandelilin MBA PhD dan co-promotor Prof Dr Djokosantoso Moeljono dan Dr Jangkung  Handoyo Mulyo. Frederica Widyasari dinyatakan lulus sebagai Doktor  ke-4.328 UGM.

Terkait identitas pengendali perusahaan promovendus kelahiran Cepu 28 November 1975 ini mengungkap, penelitian membuktikan bahwa identitas pemilik pengendali memiliki pengaruh yang berbeda terhadap nilai dan risiko perusahaan. Misal, jelas Direktur Pengembangan bursa Efek Indonesia 2009-2012 perusahaan yang dikendalikan pemerintahn cenderung memiliki kinerja lebih baik disbanding perusahaan yang dikendalikan non-pemerintah. “Sementara, kepemilikan oleh individual justru menurunkan perusahaan,” tambahnya.

Secara Empiris penelitian ini membuktikan bahwa semakin besar potensi ekspropriasi yang diukur dengan perbedaan antara hak kendali dan hak arus kasnya, maka semakin besar risiko total perusahaan dan semakin rendah nilainya. Hasil  penelitian ini menyediakan bukti relevansi, dikeluarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 7, 8 dan 11 tahun 2017 yang mewajibkan perusahaan melaporkan kepemilikan langsung maupun tak langsung.

“Namun hendaknya laporan kepemilikan ultamat tersebut tidak hanya untuk OJK, tapi juga public. Yakni dengan melaporkan dalam situs web perusahaan, laporan berkala dan laporan keuangan yang diaudit kantor akuntan public. Tidak kalah penting adalah penegakan peraturan secara tegas oleh regulator,” tandas alumnus FE UGM 2001 dan Master of Business Administration (MBA) California State University of Fresno USA 2004. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI