Gagasan Adanya LKPP di Daerah, Bangkitkan Pengusaha Lokal

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Anggota DPD RI Cholid Mahmud menyatakan keberadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) cukup membantu. Namun rumitnya persyaratan untuk jadi mitra pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa membuat pengusaha lokal tak bisa masuk.

Mengenai adanya LKPP di DIY, menurutnya akan dapat membantu para pengusaha lokal untuk bisa lebih cepat bangkit. “Adanya LKPP di daerah, pengusaha bisa menyuplai instansi lokal. Jangan hanya dikuasai oleh nasional,” katanya saat menggelar rapat kerja secara virtual terkait realisasi stimulus perekonomian dampak Covid-19, Rabu (10/06/2020).

Ia menegaskan para pengusaha lokal harus diberikan ruang untuk bisa masuk LKPP. Cholid Mahmud juga meminta agak persyaratan untuk bisa dibenahi dan tak menyulitkan.

“Bisa tidaknya kita jalani dulu, tapi ini penting. Pengusaha lokal harus diberi ruang bisa masuk LKPP. Persyaratan menasional bisa dibenahi. Saya belum bisa katakan bisa atau tidak, tapi ini gagasan penting,” jelasnya.

Ketua Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY Endro Wardoyo mengatakan bantuan yang diharapkan dari pemerintah yakni bisa melalui trading house atau koperasi. “Perlu trading house untuk mendorong masuknya vendor pengadaan barang dan jasa pemerintah,” katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY Buntoro mengatakan perlu adanya trading house untuk menyerap produk dari para anggota. Menurutnya bantuan restrukturisasi hanya sebentar dan persoalan sebenarnya tak diselesaikan.

“Usul kami perlu adanya trading house. Bisa ditindaklanjuti dengan masuk ke LKPP. Persoalannya bagaimana DIY bisa punya LKPP sendiri,” ucapnya.

Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha komputer (Apkom) DIY, Willy Sudjono mengatakan akibat wabah Corona ini para anggotanya mengalami penurunan omzet mencapai 50 hingga 70 persen. Mengenai adanya LKPP di DIY, menurutnya akan dapat membantu para pengusaha lokal untuk bisa lebih cepat bangkit. (*)

BERITA REKOMENDASI