Gandeng Pemkot Yogyakarta, ACT Kirim Bantuan Air Bersih ke Gunungkidul

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menerjunkan 16 armada truk tangki untuk membantu warga Gunungkidul, DIY. Hal itu untuk merespon lebih masif wilayah yang tengah dilanda kekeringan yang cukup parah.

Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto mengungkapkan, ini merupakan truk tangki yang kesekian kali ACT DIY terjunkan untuk membantu mengatasi masalah air bersih di DIY terutama wilayah Gunungkidul.

"Sampai dengan hari ini, ACT DIY sudah ada 500 truk tangki yang kita kirimkan untuk mendroping kekeringan di Gunungkidul. Ada beberapa wilayah yang terdampak kekeringan disana," kata Bagus kepada wartawan disela pelepasan 16 truk tangki air untuk di distribusikan ke wilayah kekeringan, di Balai Kota Yogyakarta. Kamis (22/08/19).

Menurut Bagus, kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas, juga menyampaikan bahwa dampak kekeringan di wilayah DIY memang lebih parah dibanding tahun lalu. Musim kemarau sendiri diperkirakan sampai dengan bulan Oktober mendatang.

"Penyaluran droping air bersih ini rencananya sampai dengan bulan Oktober. Oleh karena itu ACT khusunya cabang DIY membantu penyediaan air bersih selama musim kemarau, dan program tersebut akan dihentikan ketika musim kemarau sudah selesai," ungkapnya.

16 truk tangki tersebut akan menyasar ke 14 Kecamatan Gunungkidul yang terlanda kekeringan bahkan sudah sampai pada level kesulitan mendapatkan air bersih.

"Untuk pembagiannya air bersih, kita plot di beberapa daerah dan memang ada tempat penampungannya. Masyarakat sekitar mengantri dan mengambil disitu. Perorang kurang lebih 10 sampai 20 liter," jelasnya.

Selain di Gunungkidul, ternyata kekeringan juga melanda Kabupaten Bantul dan Kulon Progo. Sehingga droping air bersih juga menyasar kesana.  "ACT juga mengirimkan distribusi air bersih di Bantul termasuk di Kulon Progo. Kita lakukan bertahap di beberapa kabupaten," tuturnya.

Adapun program jangka panjang adalah membangun sumur wakaf di lokasi-lokasi yang rawan kekeringan. Bagus menyebut, kini ACT telah membangun sebanyak 18 titik di Gunung Kidul dan sekitarnya. "Program jangka panjangnya kami membuat sumur dalam. Disana namanya sumur wakaf dengan kedalaman 60 sampai 100 meter. Dan satu sumur wakaf ini dapat digunakan untuk 60-100 keluarga," ucapnya.

Sementara itu Staf Ahli Perekonomian Pemkot Yogyakarta Dra. Septi Sri Rejeki, yang turut melepas pemberangkatan truk tangki menyampaikan apresiasinya atas ikthiar yang dilakukan ACT. “kami mendukung penuh aksi peduli air bersih seperti ini, karena kebermanfaatannya sangat membantu masyarakat yang tengah dilanda kekeringan, semoga dengan adanya seremonial pelepasan ini semakin banyak masyarakat yang peduli bencana kekeringan ini, dan semoga kolaborasi antara ACT dan Pemkot Yogyakarta terus terjalin untuk membantu permasalahan kemanusiaan” pungkasnya. (Ive)

 

BERITA REKOMENDASI