Ganti Untung Pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo Mulai Dibayarkan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 25 warga Desa Purwomartani Kalasan Sleman yang terdampak pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo menerima pembayaran ganti untung tahap pertama senilai total Rp 26,2 miliar pada Jumat (8/1) ini. Pembayaran ganti untung pembangunan infrastruktur Jalan Tol Yogya-Solo tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi DIY yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) DIY atau Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana Krido Suprayitno mengatakan tahap pertama penyerahan pembayaran ganti untung dan pelepasan hak atas objek pengadaan tanah pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo telah dimulai. Pembayaran ganti untung tersebut sudah sesuai dengan penilaian dari tim appraisal.

“Penerima ganti untung tertinggi senilai Rp 2,3 miliar dan terendah senilai Rp 73 juta dari 25 warga terdampak pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo tersebut. Kita bisa melihat kenyataan warga terdampak pembangunan jalan tol di DIY benar-benar menerima ganti untung, jadi ini adalah Jumat Berkah,” papar Krido kepada KR usai mendampingi Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dan Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana yang mewakili Gubernur DIY membuka penyerahan pembayaran ganti untung dan pelepasan hak atas objek pengadaan tanah pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo secara daring di Gedhong Pracimosono Kepatihan. Krido menjelaskan pembayaran ganti untung tahap selanjutnya terhadap 294 warga Desa Purwomartani terdampak pembangunan akan diselesaikan sesuai jadwal April 2021.

Keseluruhan usulan anggaran pembayaran ganti untung di Seksi 1 yaitu Desa Purwomartani, Desa Tamanmartani, Desa Selomartani, Desa Tirtomartani dan Desa Bokoharjo sebesar Rp 1,3 triliun.Pembayaran ganti untung seksi 1 di lima desa tersebut terhadap 1.688 bidang dengan luas 89,93 Ha dan 1.688 warga terdampak pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo ini ditargetkan selesai 2021.

BERITA REKOMENDASI