GEI Siapkan Pelajar Indonesia Hadapi Tantangan Dunia

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pada 10 tahun kedepan, tantangan pekerja di dunia tidaklah sama dengan hari ini. Banyak bidang pekerjaan yang mungkin akan diambil alih oleh teknologi yang membuat manusia harus siap tersingkir sewaktu-waktu bila tak punya kapasitas mumpuni.

Inilah yang coba disampaikan Dr Jerome Donovan Senior Lecturer of Enterpreneurship and Innovation Swinburne University di sela pembukaan Globaljaya Edukasi Indonesia (GEI) di Jalan Laksda Adisutjipto, Sabtu (17/06/2017). Jerome yang baru kali ini bekerjasama dengan Globaljaya Edukasi Indonesia mengungkap misi utamanya datang ke Indonesia khususnya Yogyakarta yakni mendekatkan pendidikan berkualitas guna mempersiapkan masa tersebut.

"Kami ingin membuka peluang lebih besar pada anak-anak Indonesia khususnya di Yogyakarta agar mereka bisa melanjutkan kuliah di salah satu universitas terbaik berstandar internasional yakni Swinburne University of Technology di mana yang terdekat ada di Sarawak Malaysia. GEI yang menjadi partner terdekat akan membantu kami untuk membangun program untuk memastikan standar kurikulum calon mahasiswa sesuai dengan apa yang kami buat di Melbourne," terangnya.

Di Swinburne University, menurut Jerome para mahasiswa akan lebih banyak diajarkan mengurai permasalahan yang berasal dari pengalaman sehingga tak hanya terpaku pada teori di buku teks saja. Terlebih, para pengajar berasal dari pelaku-pelaku bisnis yang sebelumnya sudah sukses di bidangnya masing-masing.

"Kami utama memberikan segala sesuatu tentang teknologi baik itu pembuatan software atau aplikasi teknologi lain yang bakal jadi trend dunia beberapa tahun kedepan. Banyak hal bisa dipelajari di Swinburne dan tujuannya mempersiapkan anak muda menghadapi tantangan hidup kita kedepan," lanjutnya.

Dr Eryadi Masli perwakilan dari Swinburne University mengatakan calon mahasiswa khususnya dari Yogyakarta sangat diuntungkan. "Kami ingin mendekatkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang murah, jauh lebih murah ketimbang kuliah di Australia. Kami berharap semakin banyak anak muda kita yang memanfaatkan kesempatan ini," ungkapnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI