Gelar Muscab 5 Kabupaten/Kota DIY, Kader Demokrat Diminta Tak Mainkan Politik Uang

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-DIY Senin (8/1/2018) malam menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk lima kabupaten-kota DIY bertempat di Gaia Cosmo Hotel Jalan Timoho. Muscab tersebut memiliki agenda utama konsolidasi hingga tingkat kecamatan sekaligus memilih Ketua Pimpinan Cabang di masing-masing kabupaten/kota. 

Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo hadir secara khusus dalam pembukaan Muscab tersebut. Pengurus dan kader dari lima kabupaten/kota di DIY bersama pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat DIY yang terpilih 8 November 2017 lalu pun tampak datang dalam agenda yang disebut sangat penting bagi partai Demokrat. 

Di hadapan para kader dan pengurus Pramono Edhie mengingatkan dengan tegas agar tidak ada politik uang dalam pemilihan Ketua Cabang yang seturut rencana diselenggarakan Selasa (9/1/2018) esok. Pramono Edhie bahkan dengan gamblang meminta agar para kader dan pengurus tak hanya memikirkan uang saat datang ke agenda Muscab. 

“Saya ingatkan, jangan kalian semua hanya memikirkan uang saja. Pemilik suara jangan jual suaranya untuk dapat uang dan di sisi lain calon pemimpin jangan memanfaatkan situasi ini. Tidak ada titipan dari pusat maupun ketua DPD Demokrat DIY, jadi pilih pemimpin yang benar-benar ingin membangun,” tegasnya. 

Muscab tersebut menurut adik kandung Anny Yudhoyono merupakan hal penting untuk membangun kekuatan partai jelang pilkada serentak 2018 hingga pemilihan presiden 2019 mendatang. “Setelah daerah, cabang dan tingkat kecamatan agar partai ini jelas organisasinya, arah tujuannya jelas untuk persiapan 2018-2019, karena di DIY tidak ada pilkada ya untuk 2019,” sambungnya. 

Sementara Ketua DPD Partai Demokrat DIY Heri Sebayang menyampaikan Muscab kali ini membawa misi tersendiri bagi partai. Pasalnya, figur-figur kader terbaik harus mampu dijaring untuk memuluskan target mendapatkan minimal 1 fraksi di DPRD. 

“Periode saat ini hanya di Gunungkidul saja yang Demokrat punya fraksi dengan empat kursi, sementara di Bantul, Kota, Sleman, Kulonprogo dan DPRD DIY belum ada. Target kami setelah muncul kepengurusan baru di tingkat cabang maka tahun 2019 nanti lebih solid mendapatkan suara dan bisa punya  fraksi di DPRD agar bisa mandiri,” ungkapnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI