Gemayomi Bertekad Lawan Intoleransi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sekitar 32 organisasi masyarakat di Yogyakarta menggelar kongres kebangsaan untuk menyatukan Kebhinnekaan Tunggal Ika. Mereka berkomitmen ingin menangkal radikalisme dan intoleransi yang terjadi di Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan kongres perdana Gerakan Masyarakat Yogyakarta Melawan Intoleransi yang berganti menjadi Gerakan Masyarakat Indonesia Melawan Intoleransi (Gemayomi). Gemayomi yang lahir pada 11 Februari 2018 ini tidak hanya bergerak di DIY saja, melainkan akan memperluas dengan membentuk jaringan di seluruh nusantara terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang akan diperkuat.

Penasehat Gemayomi, Esti Wijayati mengungkapkan, jangan mengganggu atau menghalangi kegiatan masyarakat dengan aktivitas kepercayaanya. Bagaimanapun semua adalah bagian dari republik ini. “Semua aliran kepercayaan ada di Indonesia, bagian dari Kebhinnekaan kita dan bagain toleransi kita," ucapnya.

Gemayomi juga menggandeng tokoh Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif. Gemayomi  berjanji untuk dapat menangkal intoleransi yang terjadi di Indonesia dengan menjadikan Buya Syafii sebagai panutan.

"Mengapa Buya Safii, karena beliau yang kemudian mampu memberikan pencerahan kepada kami. Tokoh yang memberikan statmen menyejukan sekaligus menyadarkan bahwa kita adalah problem kebangsaan di republik ini karena sekelompok orang yang berlaku intoleran," ungkapnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI