Generasi Muda Diminta Mandiri Ekonomi

YOGYA, KRJOGJA.com – Era persaingan global saat ini menimbulkan konsekuensi tersendiri bagi masyarakat dunia. Pun begitu dengan anak-anak muda Indonesia yang harus mempersiapkan diri dalam waktu tidak lama dan berupaya mandiri secara ekonomi agar bisa ikut dalam kompetisi tersebut. 

Hal ini disampaikan M Afnan Hadikusumo, anggota DPD RI Dapil DIY dalam sosialisasi Pancasila dan empat pilar di kantor DPD RI DIY, Kamis (28/11/2019) malam. Afnan menyebut di era globalisasi anak-anak muda Indonesia akan bersaing dua kali yakni dengan bangsa sendiri dan negara lain. 

“Ini mengapa saya berharap anak-anak muda kita bisa mandiri sejak awal, sehingga bisa melihat segala sesuatu dengan objektif dan tidak mudah dipengaruhi orang lain. Kedepan semakin tidak mudah karena teman-teman muda kita bakal bersaing dengan anak muda negara lain,” ungkap Afnan di hadapan audience yang didominasi anak muda dari gerakan di bawah Muhammadiyah. 

Afnan mengambil contoh KH Ahmad Dahlan di saat mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah berusaha mandiri secara ekonomi bahkan hingga menjual barang-barang di rumahnya untuk mencari pendanaan. “Tapi beliau itu mandiri secara ekonomi, dulu di Kauman kalau kentongan sudah dibunyikan berarti tandanya Pak Dahlan butuh dana atau akan ada lelangan di rumahnya karena butuh dana. Tapi beliau berusaha mandiri secara ekonomi di situ,” tandas Afnan. 

Begitu pula Ki Bagus Hadikusumo yang merupakan kakek Afnan, yang rela berjualan batik untuk berangkat ke sidang BPUPKI dahulu. “Ini yang juga harus dimiliki anak-anak muda sekarang terutama dengan kompetisi yang semakin sengit di kancah internasional,” sambungnya lagi. 

Sementara, tokoh Muhammadiyah yang juga Ketua Asprov PSSI DIY Ahmad Syauqi Suratno juga meminta anak-anak muda Indonesia untuk tetap mempertahankan sisi spiritualisme di tengah gegap gempita budaya baru yang hadir akibat dampak globalisasi. Logika sila pertama Pancasila tentang Ketuhanan harus utuh diwujudkan dalam kehidupan saat ini dan kedepan. 

“Pemuda tantangannya berat bahkan hari ini karena anda harus siap jadi pemimpin di manapun. Di sekeliling presiden misalnya, saat ini ada anak-anak usia 20-an 30-an tahun.m yang memberikan masukan. Kalian tak punya banyak waktu, mau tak mau kita harus siap. Saran saya, harus ambil posisi aktif karena kalau tidak ya diambil orang lain. Namun harus tetap berdiri dengan semangat spiritualisme, negara ini berangkat dari sisi tersebut harus disadari betul,” tandas Syauqi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI