Genjot Ekonomi DIY, Belanja Pemerintah Harus Lebih Dioptimalkan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA,com – Kegiatan ekonomi di beberapa sektor riil mengalami perlambatan dengan penurunan capaian laju pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 dampak pandemi Covid-19. Untuk itu, peran penting APBN sebagai instrumen fiskal dan sekaligus instrumen untuk melakukan counter cyclical perlu dimaksimalkan bersama salah satunya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan IV 2020 nantinya.

Kepala Kantor Wilayah Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) DIY Sahat MT Panggabean menyampaikan APBN dapat berfungsi sebagai stimulus untuk terus mendorong belanja negara yang efektif, inklusif dan terukur. Sehingga memiliki dampak langsung kepada masyarakat dan ekonomi, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Hanya belanja negara yang kita harapkan untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi DIY pada kuartal terakhir tahun ini. Karena potensinya justru mulai muncul di akhir guna membangkitkan perekonomian, terutama di wilayah yang selama ini disokong industri pariwisata seperti DIY,” ujar Sahat di Yogyakarta, Selasa (2/12).

Sahat menjelaskan dengan tertekannya industri pariwisata maupun sektor perekonomian lainnya di DIY akibat pandemi Covid-19, maka harapannya adalah APBN. Untuk itu, pihaknya senantiasa mengingatkan agar belanja negara di DIY benar-benar bisa dioptimalkan agar bisa berkontribusi terhadap perekonomian pada triwulan IV 2020 nantinya.

“Saya tidak berani sampai mengatakan bisa tumbuh positif, tetapi setidaknya bisa menarik ke capaian pertumbuhan ekonomi yag lebih baik. Hal ini yang penting ada dorongan dari APBD maupun APBN, jadi harus ada sinergi antara Pemerintah Pusat dengan Pemda DIY,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI