‘GeNose’, Alat Pendeteksi Gejala Covid-19 Jalani Uji Diagnostik di Sardjito

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – ‘GeNose’, alat untuk mendeteksi dini gejala Covid-19, hasil inovasi UGM, akan segera diproduksi massal dalam waktu dekat (akhir tahun 2020). Namun sebelum itu, GeNose terlebih dahulu harus melalui uji diagnostik (uji klinis) di rumah sakit untuk mengukur akurasi alat dalam mendeteksi dini gejala Covid-19 lewat hembusan nafas pasien. Nama ‘GeNose’ sendiri merupakan singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose.

Menurut tim peneliti GeNose, dr Dian Kesumapramudya Nurputra SpA MSc PhD, ada sembilan rumah sakit yang telah menyatakan persetujuan berpartisipasi di uji diagnostik GeNose, salah satunya RSUP Dr Sardjito. Uji diagnostik ditargetkan diikuti total 1.460 partisipan/subjek dengan sasaran pasien yang datang ke Poli Covid-19 setiap rumah sakit dengan indikasi. Adapun RSUP Dr Sardjito ditargetkan menguji sebanyak 100-200 subjek.

“Jadi dalam uji diagnostik ini kita menguji mesin (dengan kondisi sekarang), apakah bisa atau tidak secara akurat mendeteksi pasien Covid-19. Saat uji diagnostik, setiap pasien dites nafasnya dengan GeNose dan dibandingkan dengan test standar/test reference yaitu PCR dari swab orofaring/nasofaring,” terang Dian kepada wartawan usai acara kick off dimulainya uji diagnostik di RSUP Dr Sardjito, Senin (26/10/2020).

Rektor UGM Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng IPU ASEAN Eng berharap uji diagnostik GeNose berjalan lancar sehingga alat ini bisa segera digunakan di Indonesia untuk mitigasi dan percepatan penanganan pandemi covid-19 serta pemulihan ekonomi. Dikatakan Panut, GeNose memilik banyak keunggulan, antara lain biaya tes murah, hasil cepat diketahui sehingga keputusan tindakan isolasi bisa cepat diambil, tidak membutuhkan teknisi khusus karena tidak invasif, berbasis elektronik yang mudah diproduksi secara massal, analisis data memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) secara paralel dan masif, spesifitas dan sensitivitasnya tinggi.

Menurut Panut, GeNose merupakan inovasi pertama di Indonesia yang digunakan untuk pendeteksian Covid-19 melalui hembusan nafas yang aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara realtime. GeNose juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi.

“GeNose C19 telah menjalani uji profiling di RS Bhayangkara Polda DIY dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro, Bantul dengan akurasi sistem lebih dari 95%,” katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI