Gerakan Cinta Lingkungan Hidup Perlu Melibatkan Milenial

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dunia maya perlu diisi dengan konten-konten positif, khususnya dijadikan kampanye dalam menjaga lingkungan agar terciptanya kebermafataan untuk semuanya. Gerakan peduli lingkungan hidup pada ranah digital perlu ditumbuhkan sehingga para netizen tidak hanya disuguhkan pada konten konten unfaedah yang juatru selalu viral dan malah diikuti oleh para kawula muda.

Hal tersebut mengemuka dalam refleksi Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu (05/06/2021) yang diperingati Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta bersama PC IMM Djazman Al-Kindi dan Lazismu Kota Yogyakarta dalam suati diskusi virtual. Webinar ini mengambil mengambil tema ‘Gerakan Digitalisasi Menumbuhkan Progresivitas Peduli Lingkungan di Era Pandemi Covid-19’.

Hadir sebagai narasumber antara lain Drs H Okto Lampito, MPd (Pemimpin Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat), Halik Sandera (Walhi DIY), Hery Setyawan MSi (Ketua Majelis Lingkungan Hidup PDM Kota Yogyakarta) dan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi sebagai pembicara kunci.

Sinergisme manusia dengan lingkungan menurut Hery Setiawan mengawali diskusi, yakni ketika manusia mampu menjaga dan mengelola kelestarian lingkungan. Sehingga sehingga alam akan memberikan hasil yang dibutuhkan manusia.

“Perlunya kita semua mengkampanyekan peduli lingkungan. Salah satu kekuatan Muhammadiyah adalah Digitalisasi atau penguasaan IT, disamping juga resouses (SDM), organisasi yg solid dan juga sosialisasi gerakannya agar bisa sampai dan dirasakan masyarakat akar rumput,” tegasnya.

Halik Saudara menambahkan realita yang terjadi di indonsesia adalah pencemaran polusi udara yang disebabkan oleh pabrik atau kegiatan industri lainya. Maka perlunya komponen bangsa terkhusunya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang baik dan sehat karena hal itu merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia

Ketimpangan penguasaan kekayaan alam dalam sumber agraria menurutnya akan menciptakan darurat ekologis. Maka dibutukan Langkah-langkah untuk mewujudkan keadilan ekologis yang menegaskan demokrasi dan HAM dengan memberikan ruang dan pengakuan rakyat dalam mengelola alam, menerapkan dan membangun ekonomi kerakyatan yang adil keberlanjutan.

Sementara Heroe Poerwadi mengatakan Kota Yogyakarta yang memiliki banyak tempat pariwisata menjadi tujuan dari beberapa wisatawan lokal maupun luar daerah hingga manca Negara. Hal ini tentunya menyebabkan mobilitas transportasi seperti bus parisiwisata maupun kendaraan pribadi milik wistawan menjadi tinggi.

“Ini menyebabkan dampak krisis lingkungan seperti pencemaran udara dan kemacetan pada jalan raya. Langkah kongret yang dilakukan oleh pemerintahan Kota Yogyakarta adalah skenario rencana kedepan yaitu setiap bus wisata yang akan masuk ke Yogya tidak bisa masuk langsung ke kota tetapi nanti ada parkir khusus bus wisata dipinggiran,” kata Heroe Poerwadi.

Ia menambahkan, wisawatan dengan bus pariwisata tersebut masuk ke kota dengan kendaraan yang telah disiapkan di shuttle. Kendaraan ini siap mengantar wisatawan ke tempat-tempat tujuan dan kembali lagi ke lokasi parker bus pariwisata.

Disamping itu di Kota Yogyakarta akan diperbanyak jalur jalan yang searah untuk mengurangi kemacetan. “Ini upaya mengurangi pencemaran udara dan kemacetan yang terjadi,” jelasnya.

Sementara itu Okto Lampito Pemimpin menegaskan, era digitalisasi menumbuhkan konvergensi media yaitu penggabungan atau pengintegrasian media-media yang digunakan dan diarahkan kedalam satu titik. Konvergensi media menghasilkan new media dengan mengunakan online yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun.

“Adanya new media memiliki dampak positif seperti pengurangan sampah dari kertas koran konvensional dan bisa melakukan komunikasi dua arah. Seperti jika kita tidak setuju dengan konten tersebut maka kita bisa mengoreksi dan memberi saran agar kedepanya lebih baik,” terangnya.

Ia menambahkan tentunya digitalisasi tidak hanya memberikan dampak positif. Tetapi juga memberikan dampak negatif seperti maraknya berita hoax, pelecehan seksual online maupun kejahatan pada dunia maya. (*)

BERITA REKOMENDASI