Gerakan ‘Toko Bersama’ Bantu Warung Tradisional Masuki New Normal

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Di saat semua aspek terdampak pandemi Covid-19, pemerintah telah mengumumkan lima skema untuk melindungi dan memulihkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kelima skema dari pemerintah ini mencangkup pemberian bantuan sosial (bansos) untuk UMKM kategori miskin dan rentan terdampak COVID-19, insentif pajak, restrukturisasi dan relaksasi kredit.

Selain skema-skema tersebut, dalam rangka percepatan pemulihan usaha UMKM khususnya sektor ritel tradisional, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) berkolaborasi dengan UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UKM Center FEB-UI), Coca-Cola (PT Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia), dan QASA mengumumkan dimulainya inisiatif ‘Gerakan Toko Bersama (Bersih, Sehat, Maju)’.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengungkapkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Coca-Cola, UKM Center FEB UI, dan QASA atas inisiasi ‘Gerakan Toko Bersama’ sebagai salah satu solusi untuk bertahan disaat krisis. Selain itu juga meningkatkan penghasilan dan kapasitas usaha dari pemilik toko atau warung tradisional untuk bersiap memasuki New Normal diawali dengan menerapkan SOP yang bersih, sehat dan aman. “Kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai pihak harus terus kita optimalkan untuk mempersiapkan toko tradisional segera bangkit. ‘Gerakan Toko Bersama’ diharapkan dapat membangkitkan semangat serta mengembalikan kekuatan pelaku usaha toko atau warung di tanah air sebagai tulang punggung perekonomian rakyat,” jelas Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki.

Adanya peran Coca-Cola menjadi bagian dari konsorsium sosial Gerakan Toko Bersama, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo menambahkan, krisis pandemi yang penuh tantangan ini, Coca-Cola sebagai bagian dari masyarakat ingin turut mengambil bagian melalui ‘Gerakan Toko Bersama’ yang sejalan dengan kepedulian Coca-Cola terhadap dampak yang terjadi di masyarakat. “Khususnya terhadap usaha ritel tradisional yang merasakan dampak cukup besar agar mereka dapat bangkit kembali, membangun usaha mereka” imbuh Triyono.

Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Lucia Karina mengatakan, gerakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan dukungan kepada pemerintah dan mitra usaha. Agar dapat terus menggerakkan roda perekonomian, khususnya pada sektor mikro yang sangat terdampak adanya Covid-19. “Kami memberikan fasilitas pengaman berupa tirai plastik untuk kasir kepada 50.000 toko dan warung kelontong. Saat ini kami pun sedang menyiapkan inisiatif lainnya,” tandas Lucia.

Sebagai langkah awal, ‘Gerakan Toko Bersama’ akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai standar operasional toko yang bersih, sehat dan aman dalam rangka persiapan kehidupan New Normal. Melalui distribusi e-book, video yang bisa disebarkan secara gratis dan diakses di laman www.gerakantokobersama.com.

Tujuan tahap awal ini adalah untuk memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja di toko dan warung kelontong. Pada tahap berikutnya, Gerakan Toko Bersama akan dilanjutkan dengan implementasi dan aktivasi standar operasional di toko tradisional dan kolaboratif program lainnya dalam mempercepat reaktivasi dan pemulihan UMKM. (Aha)

BERITA REKOMENDASI