Gerakkan Ekonomi, DIY Didorong Lebih Konsumtif

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Deputi BI Perwakilan Yogyakarta, Miyono menyebut DIY mengalami resesi di dua triwulan 2020 karena perekonomian tak berjalan akibat pandemi Covid-19 yang diprediksi akan semakin dalam di akhir tahun. Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan yakni dengan mendorong kembalinya konsumsi yang menjadi penggerak perekonomian DIY.

Dalam dialog wartawan, di Tarumartani Coffee Sabtu (18/7/2020) Miyono mengatakan ada potensi resesi lebih dalam di triwulan ketiga karena mandegnya perekonomian. Beberapa sektor memegang dominasi seperti pariwisata dan pendidikan yang selama ini diketahui sebagai ujung tombak perekonomian DIY.

“Karena itu harus ada langkah cepat agar segera pulih ekonominya dengan harapan di triwulan tiga meski terkontraksi sudah kecil. Ya, satu jalan kita harus dorong konsumsi atau pengeluaran pemerintah agar sektor swasta bisa bergerak. DIY sudah mulai berusaha menggerakkan konsumsi itu,” ungkapnya.

Saat ini yang terjadi, uang lebih banyak mengendap di bank karena proyek yang sudah dianggarkan tak dikerjakan. Di DIY ada alokasi APBD dan Danais yang bisa digunakan untuk pemulihan ekonomi.

“Pemerintah harus segera membuka sektor tertentu yang menjadi motor penggerak ekonomi Jogja, misalnya sektoral ya pariwisata dan pendidikan. Kami berusaha gerakkan sektor pariwisata di berbagai tempat dengan penyesuaian protokol kesehatan. Menggerakkan dunia pendidikan, mahasiswa 160 ribu orang di Jogja akan menggerakkan konsumsi masyarakat. Ekonomi masyarakat akan bergerak juga,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI