GKR Hemas Dicopot dari DPD RI, Sultan: Tidak Apa-apa, Ini Faktor Politis!

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Disinggung soal GKR Hemas yang diberhentikan sementara dari anggota DPD RI, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku tidak tahu. "Ora reti aku malahan. Tidak tahu alasannya apa," ujar Sultan kepada wartawan di Mapolda DIY, Jumat (21/12). Sultan mengatakan, ia tidak ada masalah terkait sanksi diberhentikannya sementara GKR Hemas. Namun menurutnya sanksi tersebut bisa saja karena aspek dan faktor politik yang ada. "Aspek faktor-faktor politik juga bisa mempengaruhi. Saya tidak tahu persis. Tapi tidak apa-apa, karena tidak mengakui pimpinannya kan gitu" imbuh Sultan.

Anggota lainnya DPD RI dari DIY, M Afnan Hadikusumo menyampaikan keprihatinan karena keputusan BK belum melalui proses yang benar. Seharusnya BK melakukan konfirmasi terhadap GKR Hemas, tapi prosedur itu tidak dilakukan. "Setahu saya latar belakang ketidakhadiran berlatarbelakang politis," ujar Afnan.

Terkait kasus ini, Eksponen Kawulo Jogja Istimewa yang mewakili berbagai elemen masyarakat mendukung sepenuhnya GKR Hemas dan menolak kepemimpinan OSO yang inkonstitusional dan melawan hukum. Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) Drs Totok Sudarwoto membacakan pernyataan sikap, yaitu menolak keputusan BK DPD RI yang tidak mencerminkan rasa keadilan dan mengesampingkan Pasal 313 UU No.17 Tahun 2014 tentang MD3. Kemudian mendesak BK mencabut keputusan pemberhentian sementara GKR Hemas sebagai anggota DPD RI dan memulihkan kehormatan GKR Hemas sebagai wakil dari masyarakat DIY. "Eksponen Kawulo Jogja Istimewa menuntut BK DPD RI meminta maaf kepada GKR Hemas dan masyarakat DIY," katanya. (Dev/R-2/Jon)

BERITA REKOMENDASI