GKR Mangkubumi Berpesan ‘Ojo Lali Jawane’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Budaya Jawa terus berkembang dan bahkan bisa tergerus dinamika zaman. Satu hal yang perlu menjadi perhatian edukasi pada generasi muda.

“Ojo lali Jawane,” kata GKR Mangkubumi dalam pengantar dan membuka Webinar Seri ‘Javanologi dan Pengembangan Budaya Jawa’ lewat daring, Sabtu (03/10/2020). Webinar bertema ‘Peran Strategis Javanologi dalam Pemajuan Budaya Jawa’ menghadirkan narasumber Dr Amiluhur Suroso dan Ir RM Condroyono MSP dengan moderator Ir H Nuk Prasetyo Masykur MM.

GKR Mangkubumi menyarankan, dalam konteks edukasi dan regenerasi perlu anak-anak belajar aksara Jawa. “Kalau dulu setiap Minggu di TVRI ada Belajar Menggambar bersama Pak Tino Sidin. Saatnya, ada acara pelajaran Hanacaraka di TVRI setiap Minggu, mendorong nilai-nilai kelokalan, kejawaan. Banyak hal yang bisa dikembangkan. Dalam konteks luas, yakni mengembangkan keindonesiaan,” ujarnya.

Pada bagian lain disinggung, edukasi itu sangat penting, mengembangkan bahasa dan aksara Jawa disertai mengembangkan tata nilai serta implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa hal sudah di lakukan di pemerintahan seperti setiap Kamis Pahing mengenakan baju tradisional.

Sedangkan Condroyono dalam kesempatan itu antara lain mengatakan, generasi tua sebenarnya gelisah. “Gelisah dengan masa depan bahasa dan budaya Jawa,” ucapnya.

Kegelisahan dan keresahan itu akhirnya, saling menyalahkan. “Kalau saya, nyalahke awake dhewe, kenapa terjadi generasi muda tidak menguasai bahasa dan budaya Jawa,” ujarnya.

Ditegaskan, soal regenerasi mengenalkan budaya Jawa tidak harus kembali pada masa lalu secara apa adanya. “Pengenalan budaya Jawa disesuaiakan dengan dinamikanya,” tandasnya. (Jay)

BERITA REKOMENDASI