GMKI DIY : Harus Eksis di 3 Hal Pelayanan

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebagai organisasi mahasiswa, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) DIY berkomitmen eksis di 3 hal pelayanan. Ketiga hal yakni gereja, Perguruan Tinggi (PT) dan masyarakat.

Ketua Cabang GMKI Yogyakarta Masa Bakti 2020-2022, Urliq Hufum August Sagaragara usai melaksanakan Pelantikan Pengurus GMKI DIY periode 2020-2022 belum lama ini menuturkan Konferensi Studi Lokal (KSL) dan Konprensi Cabang GMKI Yogyakarta telah dilakukan. Forum Konpercab merupakan tolak ukur dalam dinamika organisasi untuk mampu menunjukkan eksistensi GMKI Cabang Yogyakarta, dan memperbaiki roda organisasi melalui konsolidasi Internal maupun Eksternal.

“Karena itu, GMKI siap kembali dalam tiga medan Pelayanannya, yaitu Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat,” jelas Urliq.

Sebagai kader GMKI, imbuhnya proses pengaderan adalah hal terpenting yang harus terus diperjuangkan.

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah GMKI. GMKI hadir di bumi Indonesia dengan memperjuangkan dan akan terus memperjuangkan NKRI yang tidak lagi hanya mementingkan egoisme suku-budayanya masing-masing; yang tidak lagi hanya mementingkan agamanya masing-masing, tetapi yang mau duduk bersama di meja demi kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Indonesia Raya,” jelasnya.

Ditambahkannya pada tema yang diangkat pada KSL sebelumnya yaitu ‘’Peran GMKI Yogyakarta dalam menghadapi tantangan di Daerah Istimewa Yogykarta.’’ sementara tema Konpercab ‘’Pergunakanlah waktu dan Tetap Berpengharapan dan Sub Thema ‘’Meneguhan Iman, Harapan dan Kasih Persaudaraan serta Mendayagunakan Potensi Dalam Mempersiapkan Masa Depan yang Beradap dan Mandiri Menjelang Bonus Demografi’’

Tujuan tema KSL dan Konpercab untuk melahirkan keputusan rekomendasi sebagai tujuan utama untuk penyusunan program serta kebutuhan GMKI Cabang Yogyakarta. Sebagai kader, kita harus tetap bertanggung jawab mengambil bagian serta peran dalam medan Pelayanan GMKI di Gereja, Perguruan Tinggi dan masyarakat. Oleh karena itu GMKI Yogyakarta tetap konsisten menjaga dan mengawal Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota pendidikan yang melahirkan tokoh-tokoh bangsa. Kader GMKI Yogyakarta harus militan dan progresif dalam pelayanannya, kader Nasionalis-Oikumenisme harus berada di garda terdepan menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Sebagai kota pendidikan, kota budaya, kota gerakan dan City Of Tolerance, imbuhnya GMKI siap merawat Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengupayakan lahirnya tokoh-tokoh bangsa intelektual yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang terjadi di bumi Indonesia, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, para kader harus betul-betul mempelajari, menghayati dan mengimplementasi visi-misi dan nilai-nilai GMKI melalui sekolah pengaderan.

“Namun untuk merawat Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota pendidikan, kota budaya, kota gerakan, dan city of tolerance, tentunya GMKI bersama Cipayung Plus DIY siap mengawal baik isu lokal maupun isu nasional dengan semangat nasionalisme yang humanis dan oikumenisme yang mempersatukan,” urainya.

Adapun pelantikan dilakukan oleh Corneles Galanjinjinay , Ketua Umum PP GMKI. (Aje)

BERITA REKOMENDASI