Golkar Kecam KPU Sleman

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Unggahan media sosial twitter KPU Daerah Sleman pada 14 November lalu berbuntut panjang. KPU Daerah Sleman dinilai tidak netral setelah diketahui mengunggah visi misi pasangan calon nomor urut 3 Kustini-Danang Maharsa selama empat jam pukul 00.00 hingga 04.25 WIB hari itu.

Partai Golkar DIY melalui Badan Hukum Advokasi dan HAM pun akhirnya angkat suara dan mengecam keras perbuatan KPU Daerah Sleman tersebut. Golkar menilai unggahan meski hanya empat jam namun sudah menimbulkan kerugian bagi pasangan calon lain yang ikut serta dalam pilkada Sleman 2020.

Ketua Badan Hukum Advokasi dan HAM Partai Golkar DIY, Listiana Lestari mengatakan pihaknya khawatir upaya ketidaknetralan KPU Sleman terjadi hingga 9 Desember mendatang. Hal tersebut mendasari Golkar DIY mengeluarkan pernyataan sikap agar hal tersebut menjadi evaluasi serius bagi KPU Sleman.

“Kami menilai selepas itu di sengaja atau tidak, akan berdampak menggiring suara untuk paslon tersebut (nomor 3), dan patut diduga keberpihakan ini akan dilakukan juga pada rekapitulasi suara. Kami menuntut Bawaslu Sleman menindaklanjuti tindakan KPUD Sleman serta memberlakukan sanksi tegas pada yang terlibat, mundur atau dipecat,” tegasnya dalam pernyataan dihadapan media, Rabu (18/11/2020).

Wakil Ketua Wakil Ketua Badan Hukum Advokasi dan HAM Partai Golkar Sleman, Safiudin menambahkan pernyataan sikap yang dikeluarkan hari ini bukan berarti pihaknya mendiskreditkan netralitas KPU Sleman. Hanya saja sulit dipungkiri, adanya kekhawatiran dan polemik di masyarakat mengingat saat ini KPU seharusnya menjadi pihak paling netral dalam pilkada.

“KPU Sleman sudah meminta maaf, oke itu bagus tapi kemudian tidak menghilangkan atau menghapus kesalahan. Kami saat ini menaruh kepercayaan pada Bawaslu untuk mengusut kasus ini dengan tuntas dan terbuka, agar masyarakat menjadi terang. Kami tunggu sejauh mana KPU melakukan evaluasi,” tegas dia.

Sebelumnya diketahui akun twitter @KPUSleman mengunggah cuitan video memuat gambar visi misi dan program paslon nomor urut 3 dalam materi sosialisasi paslon Bupati-Wakil Bupati Sleman tahun 2020. Unggahan tersebut muncul pukul 00.00 dan menghilang pukul 04.25 WIB.

Ketua KPUD Sleman, Trapsi Haryadi sudah meminta maaf beberapa hari silam. KPU mengklaim terjadi kesalahan unggahan di twitter yang tidak tampil video seluruhnya yang disebabkan faktor ketidaksengajaan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI