Grebeg Syawal, Gunungan Wadon Sempat ‘Temumplak’ di Regol Masjid

YOGYA (KRjogja.com) – Grebeg Syawal di Halaman Masjid Gede Kauman, Kamis (7/7/2016) siang berlangsung meriah. Ribuan masyarakat memadati halaman Masjid Gede Kauman dan langsung berebut begitu kaum masjid selesai memanjatkan doa.

Namun, ada peristiwa tak biasa yang terjadi pada Grebeg Syawal kali ini yakni saat salah satu gunungan yakni Gunungan Wadon "temumplak" tepat saat hendak menuruni regol Masjid Gede Kauman. Peristiwa tersebut sontak saja menjadi perhatian masyarakat yang memenuhi halaman masjid.

"Woalah lha kok temumplak, mugo-mugo ora ono opo-opo. (Lha kok jatuh terbalik semoga tidak ada apa-apa)," teriak beberapa masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut.

Abdi dalem yang membawa gunungan tersebut lantas tak tinggal diam dan berusaha memberdirikan kembali gunungan Wadon untuk kemudian di bawa ke halaman depan Masjid Gede Kauman. Mereka berusaha mengangkat kembali gunungan yang memang sangat berat ini untuk nantinya diperebutkan masyarakat yang ingin 'ngalap berkah'.

KRjogja.com sempat menyaksikan abdi dalem yang berada di depan tersandung saat hendak menuruni tangga di regol Masjid Gede Kauman. Gunungan yang kemudian cenderung miring pun akhirnya jatuh ke depan dan sempat mengagetkan banyak orang di sekitar regol.

Ralat Berita dari GKR Hayu

Dari klarifikasi melalui akun pribadi www.gkrhayu.com yang disampaikan Penghageng Tepas Tanda Yekti Kraton Yogyakarta GKR Hayu, gunungan yang dikatakan jatuh tersebut bukan Gunungan Wadon, tapi Gunungan Darat. Itupun hanya sebagian, dan hanya merosot.

(Baca : GKR Hayu Tegaskan Tak Ada Gunungan Wadon 'Temumplak' )

GKR Hayu juga memberikan pemahaman beda antara Gunungan Wadon atau Gunungan Estri dengan Gunungan Darat. Gunungan yang sempat jatuh bagian atasnya tersebut memiliki mustoko warna-warni sedangkan Gunungan Wadon memiliki mustoko berwarna hitam dan memakai jodang.

"Gunungan tersebut tak memakai jodang dan memiliki mustoko warna-warni, Jadi bisa disimpulkan bahwa yang jatuh mustokonya adalah Gunungan Darat," tambahnya. GKR Hayu juga memberikan penjelasan melalui foto kedua buah gunungan tersebut.

Capture bentuk Gunungan Estri dari www.gkrhayu.com

 

Capture foto Gunungan Darat dari www.gkrhayu.com

Gunungan merupakan wujud syukur dari Kraton Yogyakarta atas berkah yang melimpah sepanjang tahun. Gunungan tersebut kemudian dibagikan untuk masyarakat yang mempercayai berkah di balik tumpukan hasil bumi. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI