Griya Cinta Kasih Sayang Hadir Sebagai Rumah Pemulihan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rehabilitasi sosial bagi korban Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Berbahaya Lainnya (Napza) tak kalah penting dari rehabilitasi medis. Maka perlu adanya rehabilitasi sosial setelah dilakukan rehabilitasi medis.

“Peran rehabilitasi sosial bagi korban Napza bisa di atas 70 persen,” kata Poerwati Soetji Rahajoe, Ketua Yayasan Griya Cinta Kasih Sayang (GCKS) Yogyakarta, saat bersilaturahmi di Kedaulatan Rakyat, Kamis (11/06/2020).

Pengurus GCKS diterima Direktur Pemasaran PT BP ‘KR’ Fajar Kusumawardhani SE. Sementara Soetji didampingi Eko Prasetyo (Divisi Rawat Inap), Asmar (Divisi Rawat Jalan), Hj Wuri Astuti Syamsudin (Pengawas), dan Senny Saleh (Divisi Pengembangan).

Soetji menyebutkan, GCKS yang muncul dari masyarakat merupakan pusat rehabilitasi sosial korban Napza yang sudah di-treatment secara medis, dirintis sejak awal September 2019 dan telah menerima Surat Keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Maret lalu. GCKS berupaya menjadi fasilitator agar korban Napza, khususnya dari Kota Yogyakarta, bisa kembali ke masyarakat.

BERITA REKOMENDASI