GRK ASDRAFI Gandeng Jedink Production Garap Film ‘Jejak Asdrafi’

Editor: KRjogja/Gus

GUYUB Rukun Keluarga ASDRAFI (Akademi Drama dan Film) Yogyakarta bekerjasama dengan Jedink Production memproduksi film dokudrama ‘Serpihan Jejak Asdrafi’. Skenario ditulis Indra Tranggono yang merangkap jadi sutradara.

“Ini bukan film sejarah tapi film dokumenter dengan pendekatan dramatik. Dalam film ini  dihadirkan beberapa data dan peristiwa penting yang merupakan kepingan dari perjalanan Asdrafi. Diharapkan, semangat kreatif Asdrafi bisa ditangkap penonton,” ujar Indra Tranggono.

Jeding Alexander, produser film ini mengatakan, Film ini dibuat untuk menghadirkan kembali keberadaan Asdrafi sebagai institusi pendidikan drama dan film penting di Indonesia. Harus diakui, Asdrafi turut membangun dunia teater dan sinema di Indonesia. Kontribusi nilai, ide dan karya Asdrafi sangat besar bagi bangsa kita,” ujar Jedink Alexander.

Siti Nikandaru Chairina, Ketua Umum GRK Asdrafi dan ahli waris Trah Pakuningratan menuturkan, sebelum muncul Asdrafi, sudah ada Sekolah Seni Drama dan Film (SSDRAF) yang didirikan Sri Murtono tahun 1952, kampusnya di jalan Malioboro. “Lalu  Eyang saya, BPH Pakuningrat mengizinkan SSDRAF untuk menggunakan Dalem Pakuningratan menjadi ruang kuliah dan pelatihan. SSDRAF pun berubah jadi Asdrafi pada tahun 1955, dengan tokoh pendiri Sri Murtono, BPH Pakuningrat dan Prof Dr Saluku Purbodiningrat,” ungkap Siti Nikandaru.

Ketua Pembina Yayasan GRK Asdrafi Deddy Ratmoyo berharap film tentang Asdrafi ini, bisa membangkitkan memori kolektif publik sekaligus menjadikannya sebagai inspirasi.

“Asdrafi dengan berbagai keterbatasannya mampu turut melahirkan tokoh-tokoh drama dan film antara lain Teguh Karya, Maruli Sitompul, Koesno Sudjarwadi, Putu Wijaya, Hendra Cipta, George Rudi, Yoyok Aryo, Alex Suprapto Yudho, Masroom Bara dan Sri Harjanto Sahid,” jelas Deddy Ratmoyo.

BERITA REKOMENDASI