Guguran Lava Pijar Merapi dari Kawah 1997 di Sisi Barat Daya

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Gunung Merapi mencatatkan 40 guguran lava (termasuk lava pijar) hingga 4 Januari 2021. Kondisi ini menurut BPPTKG mengawali siklus fase erupsi 2021.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan saat ini memang sudah terpantau titik api diam di puncak Merapi tepatnya di bibir kawah 1997 di sisi barat daya. Titik tersebut menurut Hanik kini menjadi yang paling lemah sehingga bisa ditembus magma yang terdorong naik dari perut gunung.

“Pada 31 Desember pukul 21.08 ada fenomena pijaran sinar suhu panas di puncak Merapi. Terlihat dari thermal camera dan pijaran yang tampak itu tak berhenti akhirnya pada 4 Januari (2021) lava pijar muncul di dasar lava 1997. Dari Pos Kaliurang dan thermal camera teramati, juga dari satelit ada gundukan yang diduga material baru,” ungkapnya pada wartawan, Selasa (5/1/2021).

BPPTKG memantau dari data seismik tercatat 40 guguran lava terjadi hingga 4 Januari kemarin. Satu di antaranya teramati secara visual thermal camera sebagai guguran lava pijar ke arah barat daya pukul 19.52 WIB.

“Jumlah guguran kami catat ada 40 kali namun bercampur dengan material lama. Ini terpantau dari seismisitas kita. Gundukan kubah lava baru, magma terakumulasi di bawah permukaan. Di ujung kelihatan ada rekahan, munculnya material baru ada di bibir kawah barat daya (1997) sehingga saat muncul langsung runtuh ke bawah,” sambung Hanik.

BERITA REKOMENDASI