Gula Rafinasi Ditemukan di Pasar Tradisional

YOGYA, KRJOGJA.com – Gula kristal rafinasi masih sering ditemukan di pasar tradisional. Padahal gula rafinasi hanya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman. Diduga gula rafinasi itu berasal dari luar daerah. Untuk itu pengawasan dari pemerintah daerah dan kepolisian perlu diperketat. 

Penasehat dan Komisaris Koperasi Berkah Makmur Bersama GBPH Yudhoningrat menjelaskan, gula yang boleh beredar bebas di masyarakat adalah gula kristal putih. Sedangkan gula kristal rafinasi hanya diperuntukkan untuk industri makanan dan minuman.

"Tapi kenyataannya gula rafinasi ini ditemukan di pasar tradisional. Jelas ini melanggar Permendag No 1 Tahun 2019 tentang perdagangan gula rafinasi," kata Gusti Yudho didampingi Pembina Koperasi Berkah Makmur Bersama Riyadi Ida Bagus, Jumat (27/9/2019).

Koperasi Berkah Makmur selaku penyalur gula rafinasi ke industri makanan dan minuman di DIY. Setiap industri yang mendapat gula rafinasi harus mempunyai izin industri untuk antisipasi penyimpangan.

"Kami kawal penyaluran gula rafinasi ini agar sesuai sasaran. Jangan sampai merembes ke pasar tradisional," katanya.

Untuk itu pihaknya meminta kepada pemerintah daerah dan kepolisian memperketat pengawasan peredaran gula rafinasi. Hal itu dikarenakan akan merugikan dunia industri. "Kami minta pengawasan peredaran gula rafinasi diperketat," pintanya.

Kasi Pengawasan Perdagangan Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag DIY Sabar Santoso mengatakan, peredaran gula rafinasi ini biasanya ditemukan di pasar tradisional yang berada di perbatasan. Diduga gula rafinasi itu berasal dari luar daerah. Kebanyakan para pedagang tidak mengetahui jika gula yang dijual merupakan gula rafinasi.

"Pedagang hanya tergiur dengan harga yang lebih murah karena selisih Rp 2.000 per Kg. Makanya kami pasang spanduk di pasar tradisional untuk sosialisasi larangan menjual gula rafinasi," terangnya.

Kasubdit II Dit Intel Polda DIY AKBP Heru Budi Santoso menambahkan, kepolisian dan Disperindag DIY bersama Satgas Pangan telah melakukan sosialisasi kepada pedagang pasar tradisional. Jika beberapa kali melakukan pelanggaran, tidak menutup kemungkinan bisa diproses hukum.

"Kami sudah berkoordinasi dengan satgas pangan untuk melakukan sosialiasi tentang larangan gula rafinasi beredar di pasar tradisional. Harapannya tidak ada lagi pedagang yang jual gula rafinasi," ucapnya. (Sni) 

BERITA REKOMENDASI