Gunakan Alat Berat, Warga Kalitirto Bongkar Bangunan di Atas SG

SLEMAN, KRJOGJA.com – Alat berat   beroperasi di lokasi tanah berstatus Sultan Ground (SG) di Padukuhan Tanjungtirto Kalitirto Berbah Sleman Minggu (4/6/2017) siang. Alat berat tersebut melakukan pembongkaran terhadap bangunan berpetak yang beberapa waktu lalu sempat dipertanyakan warga setempat dan dianggap liar. 

Kuncoro Mangkunegoro, perawakilan warga Tanjungtirto kepada KRjogja.com mengatakan sebelum mengadakan kerja bakti pembongkaran, warga terlebih dulu berkomunikasi dengan pengembang bangunan tersebut. Namun, hingga tenggat waktu akhir yakni 2 Juni 2017 tak ada itikad baik dari pengembang untuk melakukan pembongkaran mandiri. 

"Akhirnya setelah adanya kesepakatan warga maka dilakukan kerja bakti pembongkaran bangunan permanen berbentuk fisik batu bata tembok keliling membentuk bangunan seperti untuk toko hari ini. Sebelumnya kami sudah berkirim surat pada pengembang yang minta tenggat akhir 2 Juni kemarin," terangnya. 

Warga Tanjungtirto menurut Kuncoro punya kewenangan untuk melaksanakan kegiatan pembongkaran setelah terbit surat dari Kraton Yogyakarta. "Dasar kami surat dari Karaton Ngayogyakarta NO:152/KH.PP/Ruwah.V/JE.1950.2017 tentang Nota Penjelasan dan Mohon Bantuan Pengawasan dan  Pengamanan Tanah SG. Kami menerima surat tersebut sebagai "Dawuh" dari Sinuwun yang kami sebagai kawulo ngestoaken dawuh Sinuwun tersebut," lanjutnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Tanjungtirto sempat mengadu ke Kraton Yogyakarta lantaran adanya pengaplingan dan pembangunan di lokasi tanah SG di kawasan tersebut. Pengaplingan dan pembangunan dilakukan oleh penyewa yang mendapatkan ijin dari Trah HB VII yakni RM Triyanto yang menyatakan punya hak atas tanah SG dengan bukti dokumen sah. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI