Gunungan Simbol Berbagi Berkah

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Tidak sabarnya masyarakat untuk berebut gunungan saat kaum masjid Gede Kauman belum selesai membacakan doa ternyata sangat disayangkan. Esensi sebenarnya yang ada di dalam doa berkah gunungan pun dirasakan belum sepenuhnya diresapi masyarakat.

Takmir Masjid Gede Kauman, Kamaludinningrat mengatakan makna sesungguhnya dari berkah grebeg Mulud adalah pada doa yang dipanjatkan. Menurut dia, harapan untuk segala kebaikan dilantunkan dalam doa di depan gunungan sebelum nantinya diperebutkan masyarakat.

"Sesudah didoakan baru boleh diperebutkan, bukan saat masih didoakan sudah dirayah. Doanya mohon barokah, untuk semua kawula," ungkapnya kepada wartawan.

Melalui simbol gunungan itulah diharapkan doa permohonan kebarokahan dapat terimplementasi pada seluruh kawula dalem yang ikut dalam prosesi acara. "Gunungan itu simbolis saja, hasil bumi perlambang kemakmuran disedekahkan dengan harapan berlipat 700 kali, semua kawula bisa mendapatkan," imbuhnya.

Bagi sebagian orang yang percaya, setiap bagian gunungan memiliki keberkahan sendiri. Mereka bahkan berniat menebarkan bagian yang didapatkan saat rayahan gunungan di tempat strategis seperti sawah dan halaman rumah untuk mengusir hal-hal buruk yang dianggap merugikan.

Antusiasme ini terlihat di tiga lokasi yang digunakan untuk rebutan gunungan yakni halaman Masjid Gede Kauman, Pelataran Sewandanan Pura Pakualaman dan Kompleks Kepatihan. Hampir semua yang turut ingin merasakan keberkahan dari gunungan tersebut. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI