Gunungkidul Paling Rawan Penyebaran Covid-19 Saat Pilkada

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ledakan kasus Covid-19 bisa terjadi di Pilkada 2020, jika selama masa kampanye (71 hari), protokol kesehatan, aturan dan sanksi kampanye tidak diterapkan secara tegas. Di DIY ada sembilan pasangan calon (paslon) kepala daerah yang berkontestasi. Kabupaten Gunungkidul memiliki paslon terbanyak yaitu 4 paslon, Sleman 3 paslon dan Bantul 2 paslon.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DIY dr Joko Murdiyanto SpAn MPH mengatakan, meskipun KPU telah mengarahkan kampanye dilakukan secara daring melalui media sosial, namun pertanyaannya, apakah masyarakat sudah terbiasa dengan kampanye daring? Apakah calon kepala daerah terbiasa dan nyaman dengan kampanye daring? Dengan demikian kampanye tatap muka yang melibatkan massa pasti akan tetap dilakukan.

”Jika kampanye yang dipilih lebih banyak secara tatap muka, tentu ini akan menyebabkan kerumunan, meskipun jumlah pesertanya dibatasi. Dan jika protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat ini berpotensi menjadi titik penyebaran Covid-19. Gunungkidul dengan jumlah paslon paling banyak menjadi daerah paling rawan karena mobilitas massanya paling tinggi,” terang Joko dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Pilkada Jangan Sampai Jadi Klaster Covid-19’ di Meeting Room The 101 Hotel Yogyakarta, Jumat (16/10/2020).

FGD diselenggarakan oleh PT BP Kedaulatan Rakyat bekerja sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Menurut Joko, untuk mencegah terjadinya ledakan kasus Covid-19 di Pilkada 2020, perlu disiapkan upayaupaya antisipasinya. Penguatan dan efektivitas Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DIY perlu didorong bersama.

”Terus tingkatkan kesadaran bersama masyarakat dalam disiplin penerapan protokol kesehatan, sehingga harapannya bisa menjadi budaya atau paling tidak menjadi gaya hidup yang baru,” katanya.

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Gunungkidul sebanyak 599.850 pemilih tersebar di 1.900 TPS. DPT Kabupaten Sleman 792.925 pemilih tersebar di 2.125 TPS. DPT Kabupaten Bantul 704.688 pemilih tersebar di 2.084 TPS. Sedangkan anggota KPPS dan petugas ketertiban di 3 kabupaten tersebut sebanyak 54.990 orang.

”Kampanye tatap muka atau dialog dibatasi peserta yang hadir paling banyak 50 orang. KPU melarang kegiatan yang menyebabkan kerumunan orang dalam jumlah besar,” katanya.

Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono mengatakan, dalam melakukan pengawasan, penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa Pilkada dalam kondisi bencana non alam (Covid-19), Bawaslu memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan pengawas pemilihan dan pihak lain. Menjalankan protokol kesehatan dalam pengawasan, penanganan, pelanggaran dan penyelesaian sengketa. (Dev)

BERITA REKOMENDASI