Guru Bahasa Jawa ‘Curhat’ dengan DPRD DIY

“Kita punya semangat agar Bahasa Jawa ini tetap langgeng. Mosok DIY hanya sama saja dengan daerah lain. Ini mengapa kami dari dewan berkomitmen untuk membantu guru-guru Bahasa Jawa. Kita ini istimewa jadi harus beda, bagaimana muatan lokal itu bisa mendapat porsi yang pas. Kalau harus akses Danais, bagaimana diupayakan karena bisa sebenarnya,” ungkap Nuryadi.

Upaya mengakses dana keistimewaan untuk menjangkau para guru Bahasa Jawa menurut Nuryadi tidak datang begitu saja tanpa sebab. Dewan menilai, pengajuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga selama ini selalu mental di ranah pusat.

“Ini padahal sudah sejak lama dilakukan. Katanya dinas sudah berjuang ke Jakarta, ke Pemerintah Pusat tapi belum ada hasil konkritnya. Kita mencoba agar (Bahasa Jawa) tidak musnah. Kita istimewa kok, masak tidak bisa, apalagi danais sebentar lagi sampai kalurahan dan desa. Kita bisa bikin cara lah, tinggal keberpihakan saja,” sambung legislator PDI Perjuangan ini.

BERITA REKOMENDASI