Guru Penggerak Dibutuhkan untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kesenjangan pendidikan antara daerah dan kota menjadi semakin terasa, terutama saat pandemi Covid-19 seperti saat ini. Oleh karana itu guru penggerak sangat dibutuhkan agar kualitas pendidikan semakin meningkat.

“Sebetulnya pemerintah sudah membuat program guru penggerak, dengan menatar para guru untuk menjadi guru penggerak. Seorang guru yang telah ditatar, kemudian menatar 20 guru ( TOT). Namun di lapangan ternyata ini mengalami hambatan, karena guru senior mulai mendekati pensiun, sedangkann guru baru masih kurang. Maka terjadi hambatan dalam proses pelaksanaan program tersebut,” kata mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY, Ahmad Zainal Fanani SPd MA.

Menurutnya guru generasi saat ini cukup bagus mengikuti media, karena tuntutan siswanya. Guru yang lama tidak menggunakan IT tentu akan ketinggalan dan sulit untuk menyesuaikan diri.

Zainal menambahkan, supaya hasilnya bisa sesuai dengan harapan dan target yang ditentukan bisa tercapai. Alangkah baiknya apabila materi penataran guru penggerak dibuat dengan menyesuaikan model terkini.

Hal itu penting, karena akan mempengaruhi semangat guru. Selain itu setiap guru penggerak perlu mengembangkan pada guru lain sekitar 20 guru. Dimana pesertanya hampir sebagian besar guru honorer atau yayasan, kondisi tersebut perlu diperhatikan dari sisi finansial. (Ria)

BERITA REKOMENDASI