Guru Perlu Observasi Gaya Belajar Siswa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Menghadapi tahun pelajaran 2022/2023 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta (Moega) melakukan kegiatan penguatan kemampuan profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Rabu (25/05/2022).

Humas SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Arief Syarifuddin MSI mengatakan, pada acara pertama dimulai dari penguatan management sekolah. Selaku pemateri pertama disampaikan dari Majelis Dikdasmen PWM DIY, Achmad Muhammad, MAg selaku Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Achmad Muhammad MA menyampaikan materi yaitu menjadi sekolah yang hebat, dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang berbasis aset/potensi sekolah.

“Perencanaan yang dibuat sebagai desain program kerja tahun mendatang menggunakan analisa Asset Based Community Development/ABCD,” ujarnya, Kamis (26/05/2022).

Kemudian bekerjasama dengan LPM UMY menyampaikan materi ‘Pelatihan Ketrampilan Observasi Gaya Belajar dalam Upaya Penanganan Permasalahan Siswa’ materi disampaikan oleh Novia Fetri Aliza MSi.

Disebutkan, ketrampilan guru yang harus dilakukan adalah observasi terhadap siswa kemudian guru juga bertanggung jawab secara ilmiah terhadap observasi yang dilakukan. Gaya belajar siswa memang cocok untuk pembelajaran online namun tidak sampai situ saja, gaya belajar siswa berbeda-beda maka dari itu sebelum dimulainya pembelajaran baru sebaiknya guru
mengobservasi setiap kelas untuk mengetahui gaya belajar siswa.

Tidak sampai dengan gaya belajar saja, guru juga harus berliterasi supaya saat mengajar tidak mati gaya, yang disebabkan banyaknya pertanyaan siswa yang semakin berkembang. Saran dari Novia yaitu guru dapat melalukan pembelajaran dengan Anecdotal Record.

“Dengan melakukan observasi kepada siswa di kelas mengamati perilaku siswa dalam mengikuti pembelajaran,” tandasnya. (Jay)

BERITA REKOMENDASI