Hadapi Nataru, Personel Jogoboro Ditambah Dua Kali Lipat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Jumlah personel Jogoboro kini mulai ditambah hingga dua kali lipat dari hari biasa. Jika reguler terdapat 20 personel di tiap shift, kini menjadi 40 personel. Selain menjaga keamanan di sepanjang Malioboro, Jobogoro juga mendapat tugas tambahan untuk mengawasi kebersihan.

"Dalam sehari ada tiga shift. Sehingga selama 24 jam Malioboro tak lepas dari pengawasan oleh Jogoboro. Penambahan personel karena menyesuaikan kebutuhan akibat lonjakan wisatawan yang selalu terjadi setiap akhir tahun," ungkap Kepala UPT Malioboro Ekwanto.

Dalam sepekan ini jumlah pengunjung di Malioboro, imbuh Ekwanto, sudah terjadi peningkatan namun belum signifikan. Diprediksi mulai pekan depan akan terjadi lonjakan pengunjung. Puncaknya saat malam pergantian tahun karena dari ujung utara hingga Titik Nol Kilometer selalu penuh pengunjung.

Ekwanto menambahkan, selain menjaga keamanan dan memantau kebersihan, personel Jogoboro juga diminta membantu menyeberangkan wisatawan. Bahkan ada tugas ganda untuk menyampaikan informasi dan mengurai kemacetan. "Ketika ada aktivitas PKL yang melanggar ketentuan lapak jualan maupun harganya, Jogoboro juga harus berperan mengawasi," imbuhnya.

Selama bertugas selama masa liburan natal dan tahun baru, Jogoboro juga akan dibantu oleh para relawan dari berbagai komunitas. Salah satunya dari unsur pramuka yang rutin menerjunkan anggotanya dan membangun posko.

Ekwanto menyebut, CCTV di sepanjang Malioboro kondisinya cukup bagus dan tidak ada yang mengalami kerusakan. Sehingga pemantauan bisa dilakukan secara real time. Selain itu, UPT Malioboro juga memiliki petugas khusus kebersihan. Jika sehari-hari terdapat lima petugas kebersihan, saat ini juga ditambah menjadi sepuluh petugas di tiap shift. Dalam sehari, terbagi enam shift bagi petugas kebersihan.

"Tapi ada sedikit kendala untuk pembuangan sampah. Dulu ada tempat pembuangan di dekat kantor UPT namun sekarang sudah dibongkar. Kami sudah meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mensiagakan tiga truk kontainer pengangkut sampah untuk antisipasinya," urai Ekwanto.

Sementara itu para pedagang kaki lima (PKL) Malioboro sepakat akan melalukan 'ronda' kebersihan selama masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pada 24 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Kegiatan dilakukan sebagai upaya menghadapi melonjaknya sampah selama musim liburan.

Presidium Paguyuban PKL Kawasan Malioboro, Sujarwo Putra, mengatakan bahwa ronda kebersihan sampah untuk mendukung sekaligus memperkuat program angkutan sampah Pemerintah Kota Yogyakarta khusus mengatasi melonjaknya sampah selama liburan Natal dan Tahun Baru 2020.

"Setiap liburan Natal dan Tahun Baru dipastikan volume sampah di Malioboro melonjak. Untuk mengatasi kebersihannya tidak cukup dari petugas Pemkot Yogya, oleh karenanya PKL ikut turun tangan dengan membuat ronda kebersihan," ujar Sujarwo.

Dijelaskan ada sejumlah event yang juga berpengaruh pada melonjaknya volume sampah. Hal ini mengakibatkan banyaknya keluhan berkaitan masalah sampah yang berserakan pada saat Pedagang Kaki Lima libur dan banyaknya event menarik yang berlangsung pada Selasa Wage.

"Kami punya slogan Jaka Lisa yaitu Jaga Kebersihan dan Lihat Sampah Ambil. Di samping itu seperti biasa, PKK melakukan bersih-bersih di pagi hari," ujarnya. (Dhi/Cdr)

BERITA REKOMENDASI