Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadingrat, Meneladani Pangeran Mangkubumi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pangeran Mangkubumi memproklamasikan Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat, 266 tahun yang lalu tepatnya 13 Maret 1755. Peristiwa tersebut dikenal dengan Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadingrat atau berdirinya Negara Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kerajaan Ngayogyakarta berdiri setelah terjadi peristiwa yang dikenal dengan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 di Giyanti atau yang sekarang berada Dukuh Kerten, Desa Jantiharjo sebelah tenggara Karanganyar, Jawa Tengah.

Lilik Subiyanto Dwijasusanta, seorang peneliti kiprah dan sejarah Pangeran Mangkubumi dari Kemendikbud RI menyebut Pangeran Mangkubumi memiliki watak satriya, pandita, dan bela negara yang sangat tinggi. “Meskipun memiliki sisi pandangan berbeda dengan Sunan tapi beliau tidak memberontak raja dan negara. Dengan keras membidik yang dilawan adalah VOC. Tidak melawan Raja, tidak makar terhadap negara tapi mengobrak abrik VOC. Ini adalah salah satu sikap jernih seorang pejuang. Tau mana yang harus dibidik dan dibela,” paparnya pada peringatan Hadeging Nagari Ngayogyakarta, Senin (15/3) di Tirta Kelapa Art Space.

Dia mengatakan watak satriya dari Pangeran Mangkubumi tidak muncul dengan sendirinya. Dikatakan sejak remaja, Mangkubumi sudah tekun dan tuhu marang guru, memberi lebih dari yang diajarkan gurunya.”Sebagai pejuang muda itu memiliki cetho (jelas) pada persoalan, tajam meilihat persoalan, analisis tajam. Tata (menata) rapi dalam persoalan, bukan grusah grusuh tapi ditata,” imbuhnya.

BERITA REKOMENDASI