Haedar Nashir: Muhammadiyah Harus Terdepan Tawarkan Solusi

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Penguatan Muhammadiyah berupaya terus tampil di depan dalam hal pemecahan masalah, terlebih yang besar dari persoalan agraria sampai korupsi dan sebagainya, harus dilakukan. Bahkan, Muhammadiyah bisa digaris terdepan untuk menawarkan solusi. Rekonstruksi penting, tapi memberi solusi sama penting, bahkan jauh lebih penting,

“Memberi solusi atas permasalahan bangsa dan kemanusiaan semesta, adalah wujud dari sikap keagamaan yang ‘problem solver’,” tandas Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi saat memberikan sambutan Munas ke-31 Tarjih Muhammadiyah yang diselenggarakan secara luring dan daring. Haedar memberikan sambutan dari Yogya, sedangkan peserta luring berada di Universitas Muhammadiyah Gresik.

Selain di Gedung PP Muhammadiyah di Jalan Cik Ditiro Yogya, pelaksanaan munas juga dilaksakan di pusat Tarjih Kampus Universitas Ahmad Dahlan.

Haedar juga mengutip pernyataan antropolog Arizona University, Mark Woodward yang memuji Muhammadiyah. Menurut Woodward, di era pandemi seperti sekarang ini, Muhammadiyah menawarkan contoh Islam yang baik dan taat, tapi rasional serta adaptif untuk menyelesaikan masalah. “Hal ini, perlu disebarkan sampai tingkat global,” tambah Prof Haedar.

Di era postmo ini sebut Ketum PP Muhammadiyah ini, muncul pandangan orang ingin beragama tapi tidak ingin melekatkan diri dengan keberagamaan. Bisa dikatakan, muncul gejala spiritualitas tanpa agama, terutama di negara maju. Dalam hal ini, muncul orang percaya Tuhan, dekat dengan Tuhan, ekspresikan ketuhanan tapi tidak mau melekatkan diri dengan masjid, gereja dan lainnya yang dianggapnya kaku dan penuh dogma. Selain itu, juga ada yang ingin kembali ke agama namun untuk menutup rasa sakit. Agama bersifat analgetic.

BERITA REKOMENDASI