Hak Penyandang Disabilitas Terakomodasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) memberikan perhatian penuh terhadap hak atas penyandang disabilitas. Kajian dan penelitian salah satunya dilakukan di Kota Yogya guna memastikan hak konsumen bagi penyandang disabilitas terakomodasi.

Ketua Komisi Bidang Penelitian dan Pengembangan BPKN Arief Safari, menjelaskan pihaknya memiliki tugas dalam memberikan saran dan rekomendasi apakah sistem yang berjalan terkait hak konsumen itu berjalan atau tidak. “Pada kesempatan ini kami menaruh perhatian terhak hak konsumen penyandang disabilitas. Hak-hak mereka sudah dilindungi oleh undang-undang. Apakah itu sudah terakomodasi atau belum,” tandasnya dalam diskusi terbatas dengan jajaran Pemkot Yogya, Selasa (23/03/2021).

Selain diwakili Arief Safari, tim BPKN juga didampingi Ketua Komisi Advokasi Rolas Budiman Sitinjak. Studi kasus di Kota Yogya lebih difokuskan mengenai dua aspek yakni transportasi publik dan e-commerce lokal yang ramah terhadap penyandang disabilitas.

Transportasi publik dinilai menjadi salah satu kebutuhan dasar untuk menunjang akses, sedangkan e-commerce saat ini sudah menjadi kebutuhan di era digital. BPKN bahkan mengecek secara langsung sarana transportasi Trans Jogja dan kereta api.

Arief menjelaskan, perlindungan konsumen di era digital banyak mengalami tantangan. Di antaranya kebutuhan regulasi untuk menyesuaikan kondisi yang cepat berubah, hingga kerja sama lintas batas. Pasalnya, melalui layanan e-commerce, orang dari negara manapun dapat membeli barang hanya melalui satu aplikasi.

“Jika regulasi tidak cepat menyesuaikan maka bisa terlambat. Tetapi yang perlu dipahami, penyandang disabilitas pun berhak untuk mengakses e-commerce,” tandasnya.

Sementara Rolas Budiman Sitinjak menilai dari aspek regulasi dan infrastruktur, Kota Yogya tergolong cukup ramah bagi penyandang disabilitas. Hanya, layanan dapat terus diperkuat hingga menjadi percontohan bagi daerah lain. Diakuinya, dari diskusi sudah terlihat adanya semangat pemerintah setempat dalam memberikan hak penyandang disabilitas sesuai dengan kebutuhannya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Yogya Golkari Made Yulianto, menekankan persoalan di Yogya ialah keterbatasan ruang. Diakuinya, meski halte Trans Jogja sudah dilengkapi ram guna memberikan akses bagi pengguna kursi roda namun tingkat kemiringannya berbeda-beda.

“Beberapa titik ram nya agak tinggi karena ruangnya terbatas. Makanya, kita juga usulkan agar halte diganti semacam penanda Bus Stop dengan ketinggian yang menyesuaikan,” tandasnya.

Sedangkan terkait e-commerce lokal, Kota Yogya sudah memiliki aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Di dalamnya pun terdapat menu untuk pemesanan produk lokal. Akan tetapi aplikasi tersebut pun tengah dijajaki agar bisa diakses oleh penyandang tuna netra. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI