Hak Perempuan di Hadapan Publik Masih Dibatasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ratusan massa menggelar aksi damai di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Sabtu (10/03/2018) siang. Aksi ini menyerukan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi hak-hak kaum perempuan yang semakin terpinggirkan. Para aktivis datang dari berbagai kota dalam aksi bertemakan ‘Woman March Yogyakarta 2018’ ini mulai Yogyakarta, Klaten, Solo hingga Semarang.

Panitia pelaksana ‘Women March Yogyakarta 2018’, Rade Ani Purba (21) mengatakan hingga saat ini hak kaum perempuan melum seluruhnya terpenuhi. Tak hanya dalam keluarga, dalam ranah publik pun hak kaum Hawa masih dibatasi.

Baca juga :

Kesetaraan Gender, Perjuangan Kemanusiaan

Pelecehan Verbal Tinggalkan Trauma Kaum Perempuan

“Acara ini menyuarakan pesan pada masyakarat tentang hak-hak perempuan yang belum bisa sepenuhnya dijalankan. Aksi ini juga dilatarbelakangi banyaknya isu diskriminasi dan pelecehan terhadap wanita,” jelasnya.

Dikatakannya perempuan masih dianggap sebagian orang sebagai individu yang lemah sehingga dalam berbagai hal perannya sering dipandang sebelah mata. Selain itu perempuan juga masih rentan terhadap aksi-aksi kekerasan, baik secara verbal maupun fisik.

“Ini menjadi keperihatinan kita bersama. Keselamatan perempuan bukan hanya tanggungjawab dirinya sendiri maupun keluarganya, namun publik juga harus memiliki tanggungjawab untuk bersama menjaganya,” terangnya.

Aksi ini diselenggarakan bersama komunitas Femisis Jogja dan beberapa elemen perempuan lain. Aksi ini diharapkan mampu mengedukasi masyakarat berkaitan dengan isu Feminisme, kesetaraan gender dan hak-hak perempuan yang masih dibatasi. (Hammam Izzuddin)
    

 

BERITA REKOMENDASI