Haka Astana dan Bulutangkis, Tak Terpisahkan

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Nama mantan Kapolda DIY Irjen Pol (Purn) Drs Haka Astana Mantika Widya SH, tidak bisa lepas dari bulutangkis. Hingga usia 65 tahun, Haka Astana masih aktif bermain bulutangkis. Untuk membuktikan keseriusannya dalam menggeluti dan mengurus bulutangkis, Haka Astana membangun GOR Ancuku di daerah Kadipiro sekaligus mendirikan Persatuan Bulutangkis (PB) Ancuku. Pilihan kata Ancuku memiliki makna ‘Anak-anak dan Cucu-cukuku’ yang dimaksudkan sebagai ‘warisan’ bagi anak turunnya.

Di GOR Ancuku, Haka Astana ‘menampung’ puluhan pebulutangkis dari berbagai latar belakang, mulai dari anggota polisi (aktif), pensiunan polisi, wiraswasta, hingga mantan pebulutangkis yang pernah berkiprah di tingkat daerah maupun nasional. Sejak masih aktif dinas di kepolisian, Haka Astana memang tidak pernah lepas dari bulutangkis. Setiap dinas di satu daerah, di situ pulalah Haka Astana ‘membuat’ lapangan bulutangkis.

Tidak mengherankan jika namanya dikenal berbagai kalangan, lantaran dipandang tidak pernah merasa lelah mengurus bulutangkis dan tidak pernah berhenti menggeluti olahraga tepok bulu. Di manapun Haka Astana berdinas, di tempat itu pulalah dirinya selalu ‘menghidupkan’ bulutangkis.

Ditemui beberapa saat setelah Home Turnamen Kids Smash Badminton Club di GOR Ancuku, Rabu (16/02/2022) Haka Astana menyampaikan saat ini perlu dilakukan regenerasi pebulutangkis guna mengangkat kembali pamor Indonesia di peta bulutangkis dunia. Kekuatan bulutangkis dunia sekarang sudah merata, tidak hanya dikuasai pebulutangkis-pebulutangkis asal Asia sebagaimana tahun 60-an hingga 70-an. Jika dulu pebulutangkis-pebulutangkis asal Indonesia, Malaysia, Korsel, Jepang, dan China merajai peta bulutangkis dunia, tidaklah demikian kondisinya saat ini.

Tahun 90-an hingga kini muncul pebulutangkis-pebulutangkis hebat dari Denmark, Swedia, Italia, German, dan Spanyol. Pebulutangkis asal Denmark dan Swedia tergolong sudah cukup lama memiliki prestasi dunia. “Di level Asia, dulu Indonesia sempat menjadi ‘penguasa’. Tetapi kondisi itu sekarang sudah berubah total dengan kemunculan pebulutangkis-pebulutangkis dari China, Korsel, Jepang. India, Thailand, dan Malaysia,” tandas Haka Astana.

BERITA REKOMENDASI