Hanya Ekonomi DIY Tumbuh Positif di Pulau Jawa

Sugeng menyatakan pertumbuhan positif yang tinggi tersebut lebih dipengaruhi oleh kondisi kategori Pertanian yang mengalami musim panen raya di triwulan I-2021, sementara kondisi yang sama tahun sebelumnya musim panen mengalami pergeseran ke triwulan II-2022. Pertumbuhan tersebut didorong kinerja di 11 kategori/ lapangan usaha dengan andil tertinggi kategori Informasi dan Telekomunikasi sebesar 31,91 persen.

“Selanjutnya diikuti Konstruksi dan Pertanian masing-masing sebesar 1,03 persen dan 1,01 persen. Dari sisi pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto memberikan andil terbesar pertumbuhan (yoy),” imbuhnya.

Menurutnya selama pandemi Covid-19, banyak kegiatan yang tadinya bersifat tatap muka berubah menjadi kegiatan berbasis online guna mencegah penyebaran virus Korona. Selain itu, masyarakat masih cenderung memilih kegiatan jual beli secara online sehingga pengguna internet maupun durasi pemakaiannya meningkat yang menyebabkan Lapangan Usaha Informasi dan Telekomunikasi tumbuh.

“Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha Informasi dan Telekomunikasi 31,91 persen disusul Pengadaan Air 18,24 persen, Konstruksi 11,40 persen dan Jasa Kesehatan 10,93 persen. Sebaliknya, lapangan usaha Transportasi mengalami kontraksi dalam 12,01 persen. Dari sisi Pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto dan konsumsi lembaga swasta non profit tumbuh positif masing-masing sebesar 5,88 persen dan 1,92 persen,” pungkas Sugeng. (Ira)

BERITA REKOMENDASI