Harga Ayam Anjlok, Pemda Bakal Evaluasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY akan mencoba memfasilitasi dan melakukan evaluasi untuk menyelamatkan peternak ayam di DIY yang tengah terkena musibah. Nasib yang dialami peternak ayam tersebut sungguh ironis karena masyarakat masih banyak membutuhkan asupan daging dan harga jual di pasar tinggi. Namun peternak justru tidak menikmati keuntungan karena harga jual di kandang jauh di bawah biaya produksi, sehingga menimbulkan kerugian bagi produsen.

“Kami akan melakukan evaluasi dari hulu penyebabnya agar ke depan kejadian ini tidak terulang kembali. Kejadian ini juga di luar prediksi karena setelah Idul Fitri justru pasokan ayam melimpah. Evaluasi antara lain terkait perhitungan jumlah kebutuhan, jumlah peternak ayam dan Pemerintah harus lebih banyak berkomunikasi dengan asosiasi peternak,” jelas Sekda DIY Gatot Saptadi.

Gatot mengatakan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menginstruksikan agar peternak membagikan ayamnya sebagai jalan keluar kelebihan produksi agar lebih bermanfaat. Namun, dirinya kurang setuju apabila ayam tersebut dibagi-bagi gratis setengah demo sehingga menjadi tidak tepat sasaran. Semestinya ayam yang over supply tersebut bisa dibagikan dengan lebih terarah semisal disumbangkan ke pondok pesantren, panti asuhan, warga miskin dan sebagainya.

“Kita memang tidak bisa mengintervensi kelebihan produksi ayam disalurkan ke mana oleh peternak, karena itu sudah ranah asosiasi. Produksi ayam memang tidak bisa ditundatunda. Jika harga anjlok lebih baik dibagikan dengan terarah tetapi tidak dengan cara seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu,” tutur Gatot.

Sekda DIY menilai manajemen pengelolaan peternak belum bagus karena tidak bisa mengukur serapan atau kebutuhan pasar. Hal ini menjadi musibah bagi peternak ayam yang terlalu berekspektasi tinggi, tetapi realitanya justru sebaliknya sehingga terjadi kelebihan produksi ayam.

Banyaknya aksi protes oleh peternak ayam pedaging di DIY dengan membagikan ayam gratis kepada masyarakat, juga menjadi perhatian sejumlah pihak. Termasuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Menurut Sultan, supaya harga ayam tidak semakin anjlok, seharusnya peternak berani menolak jika ada tengkulak yang membeli ayam dengan harga rendah (murah).

Walaupun dalam realitanya untuk mewujudkan hal itu terkadang tidak mudah. Karena dalam pelaksanaan di lapangan, peternak sering ditempatkan dalam posisi yang serba sulit.

”Dalam kondisi seperti sekarang peternak berada dalam posisi sulit untuk menolak harga dari tengkulak. Hal itu terjadi karena peternak tidak memiliki modal yang banyak. Kondisi ini perlu dijadikan bahan perhatian bersama,” kata Sultan HB X di Kepatihan.

Sultan mengungkapkan, penyebab anjloknya harga ayam di tingkat peternak bisa dipengaruhi beberapa faktor. Apabila penyebabnya karena kelebihan pasokan, pemerintah tidak bisa langsung membuat kebijakan untuk membatasi pasokan ayam dari luar daerah.

Karena, selain kurang efektif juga tidak akan menyelesaikan akar persoalan yang ada. Mengingat anjloknya harga ayam dipengaruhi beberapa faktor. Seperti adanya penyakit yang menyerang ayam. Karena itu supaya kerugian yang dialami peternak bisa dikurangi, mereka perlu memperhatikan kesehatan ayam serta melakukan antisipasi dan pengawasan, sehingga adanya ayam mati bisa dicegah sejak dini. (Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI