Harga Bawang dan Cabai di DIY Fluktuatif

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga komoditas cabai dan bawang di sejumlah pasar tradisional di DIY memang masih cenderung mengalami fluktuasi atau bisa naik dan turun sewaktu-waktu. Sebab produktivitas kedua komoditas tersebut memang sangat dipengaruhi cuaca dan kiriman atau distribusi dari daerah lain, khususnya bawang putih yang mayoritas masih mengandalkan impor.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Trisaktiyana menyampaikan harga komoditi cabai trennya naik dan turun, mengingat produksinya sangat tergantung cuaca. Terlebih pada saat musim penghujan, harga cabai cenderung mengalami kenaikan.

”Harga komoditas bahan pangan yang paling fluktuasi di DIY masih cabai, kemudian disusul harga bawang, terutama bawang putih. Semuanya lebih ke faktor berkurangnya pasokan karena dari segi permintaan relatif normal, ”ujar Sakti di kantornya.

Sakti memaparkan harga komiditi cabai yang mengalami kenaikan terjadi pada cabai merah besar dari Rp 41.000 menjadi Rp 42.000/Kg dan cabai rawit merah dari Rp 39.000 menjadi Rp 40.000/Kg. Sementara komoditi cabai yang harganya justru turun dialami cabai merah keriting dari Rp 40.000 menjadi Rp 39.000/Kg dan cabai rawit hijau dari Rp 39.000 menjadi Rp 38.000/Kg.

”Harga bawang putih kating atau impor juga berfluktuasi yang semula di atas Rp 50.000/Kg kini turun menjadi Rp 48.000/Kg. Harga bawang putih sinco relatif stabil dikisaran Rp 28.000/Kg dan bawang merah Rp 25.000/Kg saat ini,” jelas Sakti. (Ira)

BERITA REKOMENDASI