Harga Beras dan Minyak Goreng Mulai Fluktuasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Fluktuasi harga masih dialami beberapa komoditi bahan pokok (bapok) pangan seperti beras, minyak goreng, cabai dan bawang merah di DIY pada akhir pekan pertama Januari 2021. Meskipun masih diwarnai fluktuasi harga, namun dipastikan ketersediaan maupun distribusi bapok pangan aman dan lancar menghadapi diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DIY nantinya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengatakan beberapa komoditi bapok pangan di DIY masih mengalami kenaikan maupun penurunan harga hingga saat ini. Kenaikan harga dialami beras, minyak goreng dan cabai rawit merah, sedangkan penurunan harga terjadi pada cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit hijau dan bawang merah.

“Harga beras medium termurah naik dari Rp 9.000 menjadi Rp 9.200/Kg dan beras premium IR 64 dari Rp 9.900 menjadi Rp 10.000/Kg. Kenaikan harga beras medium tidak terlalu signifikan hanya akibat distribusi dan harga beras premium tersebut masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah sebesar Rp 12.500/Kg,” jelas Yanto di Yogyakarta, Kamis (07/01/2021).

Yanto menuturkan kenaikan harga pun dialami minyak goreng sawit curah dari Rp 13.500 menjadi Rp 13.700/liter karena kenaikan harga minyak mentah dunia (CPO) sehingga mempengaruhi harga didalam negeri. Selanjutnya kenaikan harga signifikan dialami cabai rawit merah dari Rp 63.000 menjadi Rp 72.300/Kg.

“Mahalnya harga cabai rawit merah di picu bertambahnya permintaan pasar dan kondisi cuaca sehingga berkurang pasokan. Bahkan harga jual cabai rawit merah ditingkat petani sudah tinggi,” imbuhnya.

Sebaliknya, Yanto menegaskan harga komoditi bapok yang tekan terjadi pada bawang merah dari Rp 25.700 menjadi 35.300/Kg, cabai merah keriting dari Rp 56.700 menjadi Rp 48.000/Kg, cabai merah besar dari rp 58.700 menjadi Rp 52.000/Kg, cabai rawit hijau dari Rp 63.000 menjadi Rp 72.300/Kg dan bawang merah dari 25.700 menjadi Rp 25.300/Kg.

“Harga bawang merah terus terjadi fluktuasi harga namun masih dibawah harga acuan pemerintah HET sebesar Rp 32.000/Kg. Harga komoditi bapok lainnya relatif stabil seperti gula pasir, tepung terigu, daging sapi, daging ayam, telur ayam dan bawang putih,” terangnya.

Secara umum, Yanto memastikan ketersediaan bapok pangan masih cukup dan baik, terutama beras dan minyak goreng dan kedepan. Disperindag DIY sendiri masih menunggu petunjuk lebih lanjut operasional pedagang menghadapi PSBB ini. Sebab pola pikir untuk distribusi pasokan bapok tidak ada hambatan dan perlu diprioritaskan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI