Harga Beras Masih Fluktuatif

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY terus meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY yang mempunyai komoditas untuk menstabilkan harga komoditi bahan pangan pokok apabila yang mengalami fluktuasi. Setelah koordinasi, Disperindag DIY akan intervensi yang diwujudkan dalam stabilisasi harga bahan pangan pokok dengan menggelar operasi pasar baik operasi pasar murni maupun operasi pasar komoditi lainnya.

"Secara riil, Bulog-lah yang mempunyai aset atau stok komoditas bahan pangan untuk menggelontorkan pasokan komoditas yang perlu distabilkan," tutur Kepala Disperindag DIY Aris Riyata.

Aris menekankan menghadapi fluktuasi harga yang disebabkan pasokan, permintaan maupun cuaca ini, pihaknya lebih meningkatkan pemantauan sekaligus koordinasi dengan instansi terkait yang tergabung dalam TPID DIY. Fungsi koordinasi itu betul-betul bisa dijalankan di lapangan dengan melihat kondisi fluktuasi harga bahan pangan pokok.

Disperindag DIY juga akan meningkatkan pemantauan terhadap arus distribusi bahan pangan selain pasokan bahan pangan karena akan mempengaruhi harga. Jika ditemukan adanya permasalahan baik itu di tingkat pasokan, distribusi maupun permintaan, pihaknya baru akan mengambil tindakan antisipasi.

"Contohnya upaya stabilisasi harga beras dengan operasi pasar murni beras medium yang dilakukan saat ini. Harga beras di pasaran memang mengalami fluktuasi, sehingga kami bekerja sama dengan Bulog Divre DIY untuk menstabilkan harga beras setidaknya tidak melebihi aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras dari pemerintah," imbuh Aris.

Dari hasil perkembangan harga rata-rata beberapa bahan pangan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta, masih terjadi fluktuasi harga pada pekan kedua Februari 2019. Fluktuasi terjadi pada telur ayam ras, cabai, bawang merah dan bawang putih.

"Harga telur ayam ras naik dari Rp 22.000 menjadi Rp 22.200/kg, cabai merah keriting Rp 14.700 menjadi Rp 15.000/kg dan bawang putih sinco dari Rp 26.000 menjadi Rp 26.300/kg. Sedangkan komoditas bahan pangan yang mengalami tekanan harga terjadi pada cabai merah besar semula Rp 21.000 menjadi Rp 20.700/kg dan bawang merah dari Rp 17.000 menjadi Rp 16.700/kg," terang Aris. (Ira)

BERITA REKOMENDASI