Harga Cabai dan Bawang Putih Meroket

YOGYA, KRJOGJA.com – Beberapa harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di DIY mulai mengalami kenaikan di atas toleransi 5 persen yaitu cabai merah keriting dan bawang putih memasuki pekan ketiga Desember 2018. Melihat kondisi tersebut, Pemda DIY siap melakukan intervensi pasar dengan melakukan operasi pasar komoditas lainnya guna menstabilkan harga pangan jelang libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Guntur Wahyu Anggoro mengatakan, harga cabai merah keriting naik dari Rp 21.000 menjadi Rp 23.000/kg, bawang putih kating naik dari Rp 19.600 menjadi Rp 22.000/kg dan bawang putih sinco dari Rp 16.300 menjadi Rp 18.700/kg.

"Kenaikan harga cabai ini dipicu karena musim hujan sehingga produktivitas berkurang. Sedangkan kenaikan bawang putih justru kembali ke posisi semula yang sebelumnya mengalami penurunan," ujar Guntur di kantornya, Senin (17/12).

Guntur menuturkan, tim pusat dan daerah sedang melakukan pantauan perkembangan harga bahan pangan di pasar ritel modern dan pasar rakyat di DIY mulai 17 hingga 24 Desember 2018. Apabila dipandang perlu, pihaknya akan mengadakan operasi pasar agar tidak terlalu bergejolak. "Selain harga cabai dan bawang putih, kenaikan harga komoditas pangan lainnya yang perlu diwaspadai adalah telur dan daging ayam. Harga daging ayam broiler juga naik dari Rp 32.70 menjadi Rp 33.700/kg dan telur ayam negeri dari Rp 24.000 menjadi Rp 24.500/kg," imbuhnya.

Disperindag DIY juga telah menggelar operasi pasar beras hingga saat ini sudah menyalurkan 21 ton. "Dari hasil pantauan perkembangan harga komoditas pangan, harga pangan lainnya yang tidak mengalami fluktuasi yaitu beras IR I Rp 10.000/- kg, beras IR II Rp 9.400/kg, beras C4 Rp 10.600/kg, beras IR 64 Rp 10.200/kg, gula pasir Rp 10.800/kg, minyak goreng curah Rp 9.500/liter dan tepung terigu Rp 8.000/- kg. Harga daging sapi Rp 116.000/kg dan daging ayam kampung Rp 73.000/kg," imbuh Guntur. (Ira)

BERITA REKOMENDASI