Harga Cabai Rawit dan Daging Ayam Meroket

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Harga komoditi cabai rawit baik merah maupun hijau terus mengalami kenaikan di DIY pada pekan pertama Maret 2021. Kenaikan harga tersebut dikarenakan kondisi cuaca yang tidak menentu, khususnya curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan produksi komoditi cabai di DIY tidak optimal dan mempengaruhi kualitas.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Apriyanto mengakui harga komoditi cabai rawit di DIY terus mengalami kenaikan setiap harinya. Harga cabai rawit hijau mencapai Rp 62.000/Kg dan cabai rawit merah naik dari Rp 95.300 menjadi Rp 98.700/kg, bahkan di pasar tradisional yang ada di kabupaten/kota bisa mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu/Kg.

“Akibat gangguan cuaca La Nina dengan curah hujan yang cukup tinggi inilah yang menyebabkan produksi komoditi cabai di DIY tidak optimal secara kuantitas. Selain itu, tanaman cabai apabila kena hujan akan mudah mati layu dan baru pemeliharaan tanaman cabai saat ini, terutama di sentra produksi cabai di daerah Kulonprogo yang diperkirakan baru memasuki panen raya pada April 2021 mendatang,” jelasnya, Kamis (04/03/2021).

Yanto menyampaikan Disperindag DIY tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) maupun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY guna mengatasi permasalah ini. Upaya lain yang bisa dilakukan pihaknya dimungkinkan mendatangkan pasokan komoditi cabai dari luar DIY.

“Kebutuhan dan kesediaan pasokan cabai masih cukup di DIY, seperti Piyungan, Cangkringan, Kretek dan Saden yang justru sedang panen hanya saja tidak dalam kondisi panen raya. Hasil panen penjualan komoditi cabai di DIY dengan sistem lelang selama ini. Sedangkan para peserta lelang komoditi cabai di DIY, justru masuk dari Jakarta, Bandung dan Jawa Tengah (Jateng) sehingga terjadi perdagangan antar daerah yang mengakibatkan harga terkerek naik. Kemungkinan ini justru menjadi berkah untuk para petani cabai di DIY,” terangnya.

Dari hasil pantauan perkembangan harga komoditi bapok di beberapa pasar tradisional di Yogyakarta, Yanto mengatakan fluktuasi harga khususnya kenaikan juga dialami komoditi daging dan telur ayam akibat gangguan cuaca dan permintaan. Harga daging ayam broiler naik 2,97 persen dari Rp 33 ribu menjadi Rp 34 ribu/Kg yang masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 35 ribu/Kg.

“Harga telur ayam ras naik 1,45 persen dari Rp 22.700 menjadi Rp 23 ribu/Kg yang juga masih di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 24 ribu/Kg,” tambahnya.

Sementara itu, Yanto menuturkan harga komoditi bapok lainnya di DIY relatif stabil dialami beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, daging sapi, bawang putih dan bawang merah. Secara umum, terkait ketersediaan pasokan bapok di DIY masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY di masa pandemi Covid-19 saat ini. (Ira)

BERITA REKOMENDASI