Harga Cabai Rawit Merah di DIY Makin Pedas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Fluktuasi harga masih terjadi pada beberapa komoditi bahan pokok pangan (bapok) khususnya telur ayam, daging ayam dan cabai paska liburan Imlek di DIY pada pekan keempat Februari 2021. Kenaikan harga paling mencolok dialami komoditi cabai rawit merah hingga tembus Rp 86.000/Kg akibat berkurangnya produksi karena pengaruh cuaca serta permintaan konsumen.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengatakan harga beberapa bapok pangan di DIY masih mengalami fluktuasi kenaikan harga setelah libur Imlek. Kenaikan harga cukup signifikan dialami komoditi cabai rawit khususnya cabai rawit merah disusul cabai rawit hijau baru cabai merah.

“Harga cabai rawit merah naik dari Rp 81.300 menjadi Rp 86.000/Kg, cabai rawit hijau Rp 63.700/Kg, cabai merah keriting naik dari Rp 46.000 menjado 46.700/Kg dan cabai merah besar Rp 44.700/Kg. Mahalnya harga komoditi cabai tersebut dipicu berkurangnya produksi akibat pengaruh cuaca saat ini, ditambah lagi permintaan konsumen masih tetap tinggi,” kata Yanto kepada KR di Yogyakarta, Senin (22/02/2021).

Yanto menjelaskan fluktuasi harga juga dialami komoditas daging ayam broiler yang masih di bawah dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 35.000/Kg. Harga daging ayam broiler mencapai Rp 33.300/Kg dan harga telur ayam ras Rp 24.000/Kg yang masih sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan Rp 24.000/Kg. Sementara itu, bawang merah pun mengalami fluktuasi harga tetapi kenaikannya tipis dan masih jauh di bawah HET yang ditetapkan.

“Harga bawang merah naik dari Rp 26.700 menjadi Rp 27.000 yang masih dibawah HET sebesar Rp 32.000/Kg. Sedangkan harga bawang putih sinco Rp 27.300/Kg dan bawang putih kating Rp 23.300/Kg masih bertahan hingga saat ini dipasaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Yanto menyampaikan perkembangan rata-rata bapok lainnya masih relatif stabil hingga saat ini. Komoditi yang harga relatif stabil yaitu beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng dan daging ayam. Sedangkan, ketersediaan bapok di DIY secara umum masih mencukupi kebutuhan masyarakat di DIY.

“Hanya saja penjualan masih mengalami kelesuan akibat masih diterapkan kondisi pembatasan kegiatan masyarakat sehingga daya beli masyarakat berkurang,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI