Harga Gabah di Kulonprogo dan Sleman Tertekan

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Harga produsen gabah di tingkat petani pada Juli 2021 rata-rata sebesar Rp 4.222,64 atau turun 3,49 persen dibanding dengan Juni 2021 sebesar Rp 4.375,45 dan di tingkat penggilingan turun 3,44 persen dari Rp 4.444,55 menjadi Rp 4.291,51/kg pada Juni 2021. Selain itu, dijumpai observasi harga gabah dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebanyak 47,17 persen pada gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) yang terjadi di Kabupaten Kulonprogo dan Sleman pada Juli 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto menyampaikan jumlah observasi gabah di DIY sebanyak 53 transaksi, terdiri dari GKG sebanyak 25 observasi atau 47,17 persen, Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 6 observasi atau 11,32 persen dan Gabah Luar Kualitas sebanyak 22 observasi atau 41,51 persen pada Juli 2021. Jumlah observasi harga gabah kualitas GKG dan GKP mencapai 31 observasi atau 58,49 persen dari keseluruhan jumlah observasi selama Juli 2021.

“Transaksi penjualan gabah Luar kualitas sebanyak 22 observasi atau 41,51 persen terjadi di Kabupaten Kulonprogo dan Bantul.
Dijumpai transaksi penjualan harga gabah di bawah HPP yang terjadi di Kabupaten Kulonprogo sebanyak 9,43 persen dan Kabupaten Sleman sebanyak 37,74 persen,” paparnya di Yogyakarta, Rabu (11/8).

Sugeng menjelaskan harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp 4.600/Kg pada gabah Kualitas GKG dengan varietas Mentik Wangi terjadi di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman. Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp 3.900/Kg pada gabah Luar Kualitas dengan varietas IR 64 terjadi di wilayah Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul.

BERITA REKOMENDASI