Harga Minyak Goreng dan Cabai Rawit di DIY Terus Naik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Fluktuasi harga mash terus dialami beberapa komoditas bahan pangan di pasar rakyat DIY khususnya komoditas minyak goreng, cabai dan bawang merah pada pekan terakhir November 2021. Kenaikan harga minyak goreng disebabkan pengaruh produksi minyak crude palm oil (CPO) dunia, kemudian cuaca untuk komoditas cabai dan bawang merah serta permintaan konsumen jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto menyatakan komoditi minyak goreng terus mengalami kenaikan harga hal ini disebabkan produksi minyak sawit mentah dunia. Selain itu, permintaan masyarakat meningkat sehingga harga minyak goreng mengalami kenaikan diperkirakan sampai semester I 2022 mendatang.

“Harga minyak goreng kemasan naik tipis dari Rp 18.200 menjadi Rp 18.300/liter. Kenaikannya masih dipicu mahalnya harga CPO dunia dan permintaan pasar yang meningkat jelang Nataru,” katanya di Yogyakarta, Senin (29/11/2021).

Yanto mengatakan kenaikan harga signifikan mencapai kisaran 35 persen terjadi pada komoditi cabai rawit baik merah maupun hijau. Cabai rawit hijau naik dari Rp 33.300 menjadi Rp 51.700/Kg dan cabai rawit merah dari Rp 25.700 menjadi Rp 37.000/Kg. Sedangkan harga cabai merah keriting turun dari Rp 33.000 menjadi Rp 32.700 dan cabai rawit besar bertahan di harga Rp 41.000/Kg.

“Harga bawang merah naik tipis dari Rp 16.000 menjadi Rp 16.700/Kg yang masih dibawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 32.000/Kg. Kenaikan harga yang dialami komoditas cabai ini dipengaruhi kondisi cuaca saat ini musim penghujan di samping permintaan pasar yang cukup banyak,” tuturnya.

Sedangkan harga komoditas lainnya, Yanto menyampaikan rata-rata harga komoditas bahan pokok pangan lainnya relatif stabil sepert besar, tepun terigu, ing yam, daging sapi, daging ayam, telur ayam ras dan bawang putih. Untuk etersen bahan pangan pokok dipastikan cukup aman pasokannya serta distribusinya lancar gun memenuhi kebutuhan masyarakat DIY menghadapi Nataru nantinya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI