Harga Naik, Ikan hingga Cabai DIY Malah Dikirim ke Luar Daerah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan bahan pokok di lima kabupaten-kota DIY selama satu minggu terakhir. Hasilnya, didapatkan fakta adanya kenaikan harga beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih dan cabai yang mencapai angka 20 persen dari biasanya.

Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekda DIY menyebut kenaikan harga beberapa komoditas pokok terjadi karena beberapa hal diantaranya perubahan pola tanam akibat kemarau berkepanjangan. Namun, ada hal menarik yang juga terjadi di mana komoditas dari petani DIY justru dikirim ke luar daerah meski sebenarnya kondisi di dalam justru mengalami kenaikan.

Baca juga :

Safrudin Tamar, Pemuda Penyembuh Berbagai Penyakit dari Banyuurip
Perda Miras Dinilai Sudah Usang

"Misalnya, Cabai dan Bawang Merah ada perubahan pola tanam karena kemarau panjang dan sisi produksi tak sebanyak sebelumnya karena sifatnya kan fluktiatif. Di samping itu teenyata komoditas dari DIY ini banyak yang keluar, cabai kita di bawa keluar. Sleman dan Kulon Progo itu banyak bahkan sempat panen raya kemarin, namun dikirim keluar, ke Kramat Jati. Kita justru dapat lagi kembali produk kita dari luar dulu,” ungkapnya dalam jumpa pers hasil pemantauan TPID menjelang Natal dan Tahun Baru, Senin (16/12/2019).

Tak hanya itu, fakta menarik juga didapatkan untuk komoditas ikan laut. Ikan dari DIY diketahui justru dikirim ke luar daerah hingga dalam pantauan ditemukan adanya fenomena DIY yang mendatangkan ikan justru dari Jawa Tengah seperti Semarang.

“Ikan dari DIY, juga demikian, keluar dulu baru dibawa lagi ke DIY. Di pasar kebanyakan malah pantauan kami datang dari Semarang kecuali yang air tawar. Ini jadi pekerjaan rumah kami apakah ini ikan kita produksi tak memadahi untuk konsumsi DIY. Di Sadeng itu diekspor karena bagus, ini yang kami ingin tahu lebih jauh,” ungkapnya lagi.

Melihat fakta di DIY tersebut, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan RI, Tjahya Widayanti meminta Pemda mengeluarkan kebijakan yang mendukung prioritas pemenuhan kebutuhan dalam daerah.

“Petani atau produsen tentu akan memilih menjual untuk pembeli harga tertinggi, tapi pemda bisa mengintervensi dalam bentuk kebijakan. Sleman punya cabai tapi keluar, DIY datang dari luar cabainya dan harganya jadi mahal. Ini harus ada kebijakan bukan tak boleh kirim keluar tapi prioritas untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah dulu,” ungkap Tjahya.

Sementara hasil pemantauan, bahan pokok di DIY yang tersedia di gudang Bulog masih cukup persediaannya untuk empat bulan kedepan. Masyarakat pun diminta mengkonsumsi bahan kebutuhan pokok sewajarnya untuk mencegah naiknya permintaan penyebab naiknya harga. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI